Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ingin Sukses Bisnis Perikanan? Simak Tips Berikut

Kompas.com, 12 September 2022, 15:55 WIB
Gabriela Angelica,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki banyak peluang usaha di bidang perikanan. Cakupannya begitu besar, sehingga banyak ranah usaha yang dapat dirintis di bidang tersebut.

Tugas utamanya adalah bagaimana merintis UMKM di bidang perikanan dengan tetap mengedepankan etika dan tanggung jawab dalam memanfaatkan sektor kelautan dan perikanan itu.

Dilansir dari Kompas.com, data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor kelautan dan perikanan mencapai Rp 3,95 triliun sampai dengan Mei 2022 yang lalu.

Baca juga: Rahasia Sukses Jalani Bisnis UMKM dari Kang Apep Friyana

Artinya ada peningkatan sebanyak 33,5 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, pihaknya akan menggenjot penyaluran KUR untuk pelaku UMKM perikanan di Indonesia.

Sebagai informasi tambahan, disampaikan bahwa tahun ini KKP memiliki target penyaluran KUR pada sektor kelautan dan perikanan sebesar Rp 8,9 triliun.

Artinya, ada keseriusan dari pihak pemerintah untuk terus mengembangkan UMKM di sektor perikanan. Terdapat peluang yang bisa sama-sama Kita lihat untuk memulai bisnis pada bidang tersebut.

Namun, apa saja sih hal-hal mendasar yang perlu diketahui untuk memulai bisnis perikanan? Dilansir dari beberapa sumber, simak beberapa kiatnya sebagai berikut.

1. Melakukan Riset dan Menentukan Target Pasar

Sebelum tahap produksi, Anda perlu melakukan riset untuk pembudidayaan ikan. Mulai dari lokasi pembudidayaan, peralatan, aturan pemerintah, dan faktor cuaca di lokasi, sudah ditentukan.

Anda juga perlu memikirkan target pasar konsumen ikan Anda. Usaha perikanan pun memiliki jenis-jenisnya, seperti ikan ternak (tambak) dan ikan laut. Keduanya akan memiliki pasar yang berbeda sehingga perlu disesuaikan.

2. Pembudidayaan Ikan

Tahap produksi dalam bisnis perikanan adalah proses untuk menghasilkan ikan yang berasal dari penangkapan ikan atau pembudidayaan ikan. Di tahap inilah Anda mengeksekusi riset yang sudah dilakukan dan memulai proses pemeliharan ikan, ditambak dari bibit hingga panen atau penangkapan ikan di laut.

Hal paling penting adalah Anda perlu memperhatikan aturan pemerintah dalam melakukan budidaya dan penangkapan ikan tersebut yang bisa dilihat melalui laman resmi kementerian kkp.go.id.

3. SOP Pasca-Panen

Setelah panen ikan lewat metode budidaya dan penangkapan, proses selanjutnya adalah pengolahan hasil ikan tersebut.

Terdapat standar operasional prosedur (SOP) yang perlu dijalankan. SOP dari hulu ke hilir diperlukan agar hasil pengolahan sesuai dengan target yang sudah ditentukan. Mulai dari penanganan ikan di atas kapal, pemangkapan ikan hidup, bahkan hingga pengemasannya sebelum dipasarkan.

4. Pengolahan

Produk yang sudah diolah pastinya akan langsung didistribusikan ke konsumen, misalnya dijual ke restoran, pedagang pasar, atau bisa juga Anda olah secara mandiri menjadi produk olahan ikan.

Di bagian ini juga, Anda perlu memikirikan strategi pemasaran dan melihat kebutuhan yang paling memiliki peluang. Jika Anda merasa perlu mengolah hasil tangkapan sendiri, produk olahan yang dibuat harus sudah sesuai dengan kebutuhan dan cocok dengan target konsumen.

Baca juga: 8 Proses yang Bakal Bantu Bisnis Anda Capai Kesukesan

5. Pemasaran dan Terjun Lapangan

Apa hubungan antara keduanya? Pemasaran sangatlah penting dalam berbisnis karena di fase itulah Anda memikirkan bagaimana sebuah produk bisa sampai di tangan konsumen. Pemasaran usaha perikanan tidak jauh berbeda dengan usaha jenis lain. Mulai dari penentuan harga hingga strategi promosi.

Sebagai pelaku usaha, Anda perlu terjun langsung ke lapangan, seperti ke tambak, pengepulan ikan, atau kapal penangkapan untuk mendapat gambaran strategi memasarkan ikan-ikan tersebut. Dengan terjun secara langsung, Anda bisa lebih mengenal kelebihan dan keunikan dari usaha yang dirintis beserta produknya, dalam hal ini hasil ikan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau