Editor
Rif Fatka pun bercerita, Rumah Tenun Magelang didirikan pada 1988 oleh Saryanto Sarbini, Aryantie Saryanto, dan Sri Susilodewi Aryadini. Awalnya, hanya sebagai supplier untuk perkantoran dan hotel.
"Produk didapatkan dari perajin di Majalaya dan Pekalongan," ucap Rif Fatka.
Setelah usaha semakin berkembang, pada 1992, Rumah Tenun Magelang memutuskan untuk memproduksi sendiri.
Bahkan, tak butuh waktu lama, pada 1993 melalui Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) memulai kerjasama dengan pembeli luar negeri. Tahun 1996, berkembang lagi menjadi suplier bagi perusahaan-perusahaan.
"Seiring dengan mendapatkan buyer dan produksi berjalan lancar, kami memutuskan untuk membangun Rumah Tenun Magelang seperti terlihat sekarang ini," pungkas Rif Fatka.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.