Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Jemino, Jual Kambing Ras Kaligesing hingga Beromzet Puluhan Juta dan Bisa Naik Haji

Kompas.com, 17 Oktober 2022, 16:50 WIB
Bayu Apriliano,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

PURWOREJO, KOMPAS.com - Desa Gunung Wangi yang terletak di Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo menjadi salah satu desa penghasil kambing dengan kualitas terbaik di Jawa Tengah. Uniknya, jumlah kambing di desa ini lebih banyak daripada jumlah penduduknya.

Salah satu peternak kambing ras Kaligesing yang sukses adalah Jemino (50). Ia adalah satu dari puluhan warga Desa Gunung Wangi yang membudidayakan kambing ras Kaligesing.

Jemino bercerita, ia mulai memelihara kambing sejak umur 14 yakni pada tahun 1986. Kambing ras Kaligesing yang pertama kali dibeli olehnya masih seharga Rp 11.000 untuk satu ekor kambing betina.

Dengan ketekunannya menggeluti dunia peternakan kambing, saat ini Jemino sukses mendirikan peternakan yang diberi nama Karya Tani Mandiri. Dengan berternak kambing Ras Kaligesing, ia sudah bisa berangkat haji dan menyekolahkan anak-anak nya hingga lulus.

"Alhamdulillah sudah bisa berangkat haji, saya tidak ada pekerjaan lain selain merawat kambing," kata Jemino saat ditemui dikandang ternaknya pada Minggu (16/10/2022).

Jemino mengatakan, pemilihan jenis kambing ras Kaligesing bukan tanpa sebab. Ia memilih kambing ini karena harganya yang jauh berbeda dengan kambing Jawa pada umumnya.

Bahkan, jika kambing Ras Kaligesing ini sudah masuk kategori kontes, maka harganya pun sangat jauh diatas rata-rata kambing biasa hingga dihargai ratusan juta per ekornya.

"Ini sebagai lantaran saya minta rezeki, kenapa saya pilih kambing Ras Kaligesing dibandingkan kambing Jawa? Karena nilai ekonominya lebih tinggi, perawatan juga tidak jauh berbeda," ujar Jemino.

Salah satu peternak kambing ras Kaligesing yang sukses adalah Jemino (50). Ia adalah satu dari puluhan warga Desa Gunung Wangi, Kaligesing, Purworejo, Jawa Barat yang membudidayakan kambing ras Kaligesing.KOMPAS.com/BAYU APRILIANO Salah satu peternak kambing ras Kaligesing yang sukses adalah Jemino (50). Ia adalah satu dari puluhan warga Desa Gunung Wangi, Kaligesing, Purworejo, Jawa Barat yang membudidayakan kambing ras Kaligesing.

Ia menambahkan, ada dua kelas Kambing Ras Kaligesing yang ia pelihara, yakni kelas ekonomi dan kelas kontes. Harga yang ditawarkan dari dua kelas tersebut berbeda, harga kambing kelas kontes lebih mahal dibandingkan kelas ekonomi.

"Kalau yang kelas ekonomi yang sudah lepas sapih (tidak menyusu ke indukan) sekitar umur 2-4 bulan harganya di atas Rp 1 juta. Sementara untuk kelas Kelas kontes umur 3 bulan bisa diatas Rp 12.5 juta," kata Jemino.

Selain membudidayakan kambing ras Kaligesing, Jemino juga memasarkan kambing miliknya ke pasar hewan setempat. Setiap akhir pekan Jemino selalu membawa kambing-kambing bernilai puluhan juta ini di perjualbelikan.

Dalam sebulan, omzet penjualan kambing milik Jemino mencapai puluhan juta rupiah.

"Paling mahal saat ini pejantan, saya kasih harga Rp 35 juta. Dulu pernah masih umur umur 2 jam ditawarkan 10 juta," katanya.

Desa yang berjarak 15 KM dari ibukota kabupaten ini mempunyai populasi kambing yang lebih banyak dari penduduknya yakni 266 jiwa dengan 70 kepala keluarga, sedangkan jumlah populasi kambing mencapai 3.000 ekor kambing.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau