Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Heaven Lights, Bisnis Sampingan Kakak Beradik yang Tembus New York Fashion Week

Kompas.com, 20 Oktober 2022, 07:00 WIB
Gabriela Angelica,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Berawal dari usaha sampingan kakak-beradik, Heaven Lights mampu membuktikan eksistensinya di pasar global lewat New York Fashion Week (NYFW) 2023.

Head of PR and Marketing Heaven Lights, Anastasia Gretti Schender menceritakan sedikit sejarah dari awal bermulanya brand Heaven Lights.

Clothing Brand yang menawarkan Hijab Fashion sebagai produk utamanya ini bermula dari sebuah bisnis kecil sampingan yang dibangun oleh sepasang kakak-beradik, Jihan Malik dan Emma Malik di tahun 2013.

"Awalnya sebenarnya mereka tidak menyangka Heaven Lights bisa menjadi sebesar ini", ujar Anastasia atau yang akrab disapa Gege dalam acara Media Gathering bersama Tokopedia di Hallf Patiunus, Jakarta, Senin (17/10/2022).

Gege juga menyampaikan, awal mula berdirinya Heaven Lights adalah dari permasalah sehari-hari Jihan dan Emma sebagai perintis yang kesulitan mencari variasi pakaian modest untuk wanita berhijab dengan harga yang masih terjangkau.

Mereka pun memulai usaha dengan melakukan proses kurasi material fashion sendiri dan banyak mencari bahan di pasar. Tahap distribusi produk pakaian pun dilakukan secara pribadi, termasuk pemasarannya.

"Jadi, memang benar-benar dari nol banget Heaven Lights itu. Yang posting (konten) Kak Jihan, yang menjadi model Kak Emma, balas WhatsApp, packing, semuanya sendiri," tambah Gege.

Pada tahun kedua setelah merintis, Heaven Lights mulai berani untuk memproduksi sendiri produknya mulai dari desain hingga teknik pembuatannya meskipun masih dalam skala kecil.

Heaven Lights Melenggang di New York Fashion Week 2023

Koleksi fashion milik Heaven Light dipamerkan di Jakarta. Heaven Light bermula dari sebuah bisnis kecil sampingan yang dibangun oleh sepasang kakak-beradik, Jihan Malik dan Emma Malik di tahun 2013.KOMPAS.com/GABRIELA ANGELICA Koleksi fashion milik Heaven Light dipamerkan di Jakarta. Heaven Light bermula dari sebuah bisnis kecil sampingan yang dibangun oleh sepasang kakak-beradik, Jihan Malik dan Emma Malik di tahun 2013.

Sembilan tahun berjalan, kini Heaven Lights sudah menjadi brand Hijab Fashion ternama di dalam negeri bahkan mulai menunjukkan eksistensinya di pasar global.

Berawal dari mimpi untuk memajukan industri Hijab Fashion dan menembus pasar global, untuk pertama kalinya Heaven Lights dapat menunjukkan produk mereka di New York Fashion Week 2023 dengan dukungan dari Tokopedia.

"Jadi, sebenarnya proses kurasinya itu susah banget. Kita sempat dipandang sebelah mata, itu ada banget. Cuma memang Heaven Lights setiap tahunnya pasti memiliki dua agenda utama, yaitu annual show dan kita selalu bermimpi untuk bisa show internasional, bagaimana pun caranya," tutur Gege.

Gege menceritakan lebih jauh bahwa Heaven Lights di tahun lalu bisa menjadi salah satu brand yang mengisi Dubai Modest Fashion Week 2022, sebelum akhirnya mereka dapat melakukan annual show dan pergi ke New York Fashion Week 2023 dengan bantuan serta dukungan Tokopedia.

Sempat dipandang sebelah mata tidak membuat Heaven Lights kehilangan sinarnya. Heaven Lights tetap bisa membuktikan diri dengan portofolio annual show mereka yang terakhir kepada pihak NYFW.

"Mereka amaze melihat koleksi kita, set decornya, ternyata brand ini proper banget. Termasuk Instagram, campaign-campaign kita, sampai akhirnya kita lolos kurasi, lalu kita juga di-support sama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di New York," ujar Gege.

Tantangan dan Kunci Sukses Hadapi Komentar Konsumen

Heaven Light bermula dari sebuah bisnis kecil sampingan yang dibangun oleh sepasang kakak-beradik, Jihan Malik dan Emma Malik di tahun 2013.Dok. Instagram Heaven Light Heaven Light bermula dari sebuah bisnis kecil sampingan yang dibangun oleh sepasang kakak-beradik, Jihan Malik dan Emma Malik di tahun 2013.

Tentu cerita Heaven Light tersebut bisa menjadi inspirasi bagi sesama brand lokal Indonesia, utamanya bagi mereka yang bergerak di bidang fashion.

Suatu usaha lokal yang bermula dari skala kecil pun bisa menjadi besar dan menembus pasar internasional, hingga akhirnya menginspirasi banyak orang dan menjadi kebanggaan masyarakat dalam negeri.

Salah satu kunci yang disampaikan oleh Gege yang juga menjadi semangat pemilik dan Heaven Lights sebagai brand adalah untuk tak perlu merasa rendah diri atau bahkan marah ketika ada suara konsumen yang menyakitkan.

"Saat kita mendapatkan saran yang agak menusuk, kalau dari owner kita, Mbak Jihan dan Mbak Emma itu gak apa-apa. Artinya kalau dia (konsumen) berkomentar seperti itu, dia sayang sama kita, memberikan perhatian kepada kita," ungkap Gege.

Tantangan semacam itu tentu juga pernah dirasakan oleh Heaven Lights, misalnya ketika terdapat produk dengan penjualan yang lebih kecil dari pada biasanya.

Justru di saat ada opini atau komentar negatif dari konsumen itulah, mereka menjadi lebih terpacu.

"Berarti mereka (konsumen) memiliki ekspektasi lebih untuk kita, berarti sebenarnya kita bisa nih melakukan yang lebih baik," ujar Gege.

Gege menyampaikan, mungkin di saat seperti itu, sebuah brand bisa menjadikan komentar konsumen sebagai bahan refleksi untuk memperbaiki dan mengembangkan produk serta layanannya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Terkini Lainnya
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau