Karena pesanan barang meningkat, Kosim harus memperkerjakan dua orang pemuda untuk membantunya. Bahkan kadang-kadang juga lebih dari 2 orang, jika kiriman barang ditarget waktu.
"Produk usaha yang dulu hanya sebatas media tanaman hias kini saya mulai merambah ke barang-barang yang terbuat dari dongklak kayu yang bernilai seni dan pohon kopi yang sudah tua dan tidak produktif dan dijadikan barang yang bernilai jual," kata Kosim.
Kosim beharap, adanya dukungan dari pemerintah khususnya dinas yang membidanginya, sehingga ke depan usahanya ini bisa lebih berkembang sehingga mampu mengurangi pengangguran di desanya.
"Harapannya saya ada bantuan peralatan dari pemerintah untuk mendukung dan mengembangkan usaha saya ini, ya setidaknya ikut menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran," pungkas Kosim.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT