Kedua minuman itu diracik dengan perpaduan berbagai rempah seperti temulawak, kunir, jahe, sereh, jeruk nipis, gula jawa serta bahan rahasia lainnya.
"Rempahnya lebih komplit, kita dulu temukan racikan itu saat pandemi lagi naik-naiknya," kata dia.
Penikmat minuman rempah racikan Sasti ini tak hanya datang dari Purworejo. Masyarakat dari luar kota pun banyak yang ikut menikmatinya.
Baca juga: Mengulik Tren Bisnis Thrifting di Purworejo, Bertahan di Kalangan Millenial
Salah satu pembeli Prasetyawan (22) mengaku baru pertama kali menikmati minuman rempah tapi menyegarkan tidak seperti jamu. Ia menyebut minuman ini cocok untuk kalangan milenial yang memang tidak suka jamu.
"Sangat beda dengan jamu yang pernah saya coba, setelah minum itu khasiatnya lebih terasa, badan jadi hangat dan segar," kata Pras.
Kini produk minuman rempah-rempah milik Sasti juga dipasarkan melalui platform media sosial Instagram dengan nama @miss_rempah. Hal ini dilakukan untuk menjangkau lebih luas lagi kalangan milenial yang mayoritas kenal platform digital tersebut.
"Kita berupaya menjadikan generasi yang sehat tanpa obat-obatan kimia. Inilah cara nikmat untuk sehat," pungkas sasti.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.