Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jalan Terang Menuju Transformasi Digital UMKM

Kompas.com, 20 Desember 2022, 20:00 WIB
Wahyu Adityo Prodjo

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Siapa yang sarapannya nasi uduk? Siapa yang suka jajan rujak di saat istirahat jam kantor? Siapa yang suka beli baju bekas di marketplace?

Saya sendiri tak lepas dari nasi uduk dan kue-kue basah untuk sarapan. Makan siang, warung tegal (Warteg) jadi pilihan. Malam hari, angkringan jadi tujuan terakhir.

Hampir semua orang di ibu kota Jakarta bahkan di berbagai kota besar lain di Indonesia pasti pernah sarapan nasi uduk, jajan rujak, dan beli baju bekas di marketplace. Ya, kehidupan kita sehari-hari dipenuhi dengan produk-produk buatan dan dijual oleh anak bangsa.

Baca juga: Mindset jadi Tantangan Utama bagi UMKM Melakukan Transformasi Digital

Rasanya tak berlebihan jika Indonesia disebut sebagai "surga produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)". Dari awal membuka mata sampai memejamkan mata setiap harinya, produk UMKM denga mudah ditemukan di sekitar kita.

Berdasarkan ASEAN Investment Report yang dirilis September 2022, Indonesia memiliki usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terbanyak di kawasan Asia Tenggara. Jumlah pelaku UMKM di Indonesia pada tahun 2021 mencapai sekitar 65,46 juta.

Jumlah UMKM di Indonesia mengalahkan Thailand, Malaysia, Filipina, dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Pada tahun 2021, UMKM Indonesia tercatat mampu menyerap 97 persen tenaga kerja, menyumbang 60,3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), serta berkontribusi 14,4 persen terhadap ekspor nasional.

Sadar atau tidak, kita tumbuh besar bersama produk UMKM. UMKM menjadi denyut nadi perekonomian Indonesia. Menjaga asa dan menyelamatkan UMKM, berarti menyelamatkan Indonesia.

Halang Rintang Sektor UMKM

Ilustrasi UMKMShutterstock Ilustrasi UMKM

Berbicara soal UMKM, rintangan yang kerap dihadapi tak melulu soal modal. Fakta di lapangan yang Kompas.com temukan saat ini justru adalah soal sumber daya manusia pelaku UMKM dan daya saing produk UMKM. Pengetahuan bisnis, literasi digital, manajemen pemasaran produk, akses pasar, dan rendahnya tingkat daya saing produk UMKM.

Dari sejumlah pelaku UMKM yang Kompas.com temui terungkap bahwa mereka tak tahu bagaimana meningkatkan kualitas produk dan cara menjual produk UMKM agar laris. Mereka pun bingung bagaimana produk UMKM buatan mereka bisa bersaing bahkan bisa menembus pasar ekspor.

Di kesempatan yang lain, banyak produk UMKM yang Kompas.com temukan punya potensi dan kualitas yang bisa bersaing dengan produk lainnya. Namun, mereka kesulitan untuk mengemas produknya dengan menarik dan memasarkan ke pelaku industri yang lebih besar. Para pelaku UMKM belum bergabung ke dalam ekosistem bisnis untuk berkembang lebih baik.

Baca juga: Presiden Jokowi Dorong Transformasi Digital Percepat Pemulihan Global

Jurang antar kelas di sektor UMKM pun bagaikan dalamnya Palung Mariana di Samudera Pasifik. KemenKopUKM mencatat jumlah pelaku usaha mikro pada tahun 2019 yakni sebanyak 64,6 juta. Jumlah pelaku usaha mikro tersebut setara 98,67 persen dari total jumlah UMKM di Indonesia.

Perbedaan jumlah yang sangat signifikan tersebut menjadi pekerjaan rumah lintas sektoral. Apalagi, banyak pelaku UMKM yang terpuruk di masa pandemi Covid-19. Percepatan dan transformasi digital di sektor UMKM menjadi agenda penting seluruh dunia termasuk Indonesia.

Pemilik UMKM yang bergerak di bidang produksi dan eksportir kerajinan tangan, khususnya dari kayu CV Tri Utama, Ni Made WitariDok. KemenKopUKM Pemilik UMKM yang bergerak di bidang produksi dan eksportir kerajinan tangan, khususnya dari kayu CV Tri Utama, Ni Made Witari

Dari pandemi Covid-19, Indonesia belajar soal perubahan perilaku pasar dan perubahan platform bisnis UMKM. Perilaku masyarakat menjadi serba digital. Pembatasan sosial dan interaksi fisik telah mendorong penggunaan e-commerce dan e-wallet secara masif.

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau