Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Modal Sukses Panut Mulyawiyata, Berani Berinovasi Hasilkan Tas Berbahan Rotan

Kompas.com - 02/03/2023, 20:06 WIB
Zalafina Safara Nasytha,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Kebanyakan produk tas dibuat dengan menggunakan bahan dasar kain atau kulit.

Namun Panut Mulyawiyata, seorang mantan pekerja dalam bidang mebel rotan, menghasilkan produk baru dengan membuat tas berbahan dasar rotan.

Usaha tas rotan miliknya tersebut sudah berdiri sejak tahun 2001 di Kota Bantul, Jogjakarta.

Baca juga: Wadahi Pelaku UMKM Desa Berjualan, Pemuda Ini Kembangkan Aplikasi Talok Go

Alasannya menggunakan rotan, karena ia sendiri sudah paham betul akan bahan rotan dan ingin membuat sesuatu yang baru.

“Kalau mebel rotan kan sudah banyak, tetapi kalau tas masih jarang. Maka dari itu saya punya gagasan untuk mencoba membuat tas dari bahan baku rotan, karena saya sendiri dari awal punya basic rotan, jadi saya mau coba aplikasikan ke tas,” jelasnya kepada KOMPAS.com dalam acara Inacraft, Kamis (2/3/2023).

Usaha tas rotan yang diberinya nama Anggun Rotan ini, berkembang sangat pesat hingga berhasil melakukan penjualan ke luar Indonesia dan memiliki omzet lebih dari 1 miliar per tahunnya.

Panut mengungkap, ada beberapa prinsip yang menjadi modal kesuksesannya dalam membangun usaha. Salah satunya adalah kemampuan berinovasi.

Baca juga: Zaskia Adya Mecca Bagikan Tips Sukses Membangun Usaha untuk Pemula

Modal sukses membangun usaha

Memiliki inovasi dan kemampuan melihat peluang di pasaran, menurut Panut jadi modal sukses membangun usaha.

“Banyak inovasi dan berkreasi untuk mencegah kejenuhan seseorang, karena biasanya orang-orang jenuh dengan model yang itu-itu saja, jadi lah kita membuat sesuatu yang baru, mungkin dengan aksesori atau motifnya,” ujarnya lebih lanjut mengenai produk tas miliknya.

Selain itu, sikap optimis juga membantunya mencapai kesuksesan seperti sekarang.

“Saya punya prinsip selalu optimis dan semangat. Saya melihat ada peluang lebih besar karena belum banyak orang yang membuat tas dari bahan baku rotan, makanya saya optimis ini pasti akan membawa hasil,” sambungnya.

Ia menambahkan, dalam menjalankan usahanya, perlu juga peka terhadap perkembangan tren di pasar, misalnya soal warna.

“Kita harus mengenal tren pasar. Kalau dalam tas itu tren warna. Jadi tiap tahun biasanya berubah-ubah tren warnanya, bisa saja dulu trennya adalah warna yang cerah-cerah kemudian sekarang berganti lagi,” tuturnya.

Tren pasar ini dikatakan Panut, juga dapat memprediksi tren yang akan muncul selanjutnya.

Baca juga: 3 Cara Merekrut Karyawan untuk Usaha Kecil

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Kenali 'Data Driven' Agar Berbisnis Lewat TikTok Lebih Optimal

Kenali "Data Driven" Agar Berbisnis Lewat TikTok Lebih Optimal

Training
Tingkatkan Keterampilan Pelaku UMKM, PLN Ajak 250 IRT Pelatihan Menjahit dan Membatik

Tingkatkan Keterampilan Pelaku UMKM, PLN Ajak 250 IRT Pelatihan Menjahit dan Membatik

Program
Tingkatkan Kompetensi UMKM di Papua, Kementerian Investasi Bersama Dekranas Gelar Forum Pelatihan

Tingkatkan Kompetensi UMKM di Papua, Kementerian Investasi Bersama Dekranas Gelar Forum Pelatihan

Training
4 Cara Menarik Pelanggan Saat Membangun Bisnis Baru

4 Cara Menarik Pelanggan Saat Membangun Bisnis Baru

Training
40 Pelaku Usaha di Penjaringan Ikut Pelatihan Kuliner, Salah Satunya Dilatih Buat Menu Mie Gacoan

40 Pelaku Usaha di Penjaringan Ikut Pelatihan Kuliner, Salah Satunya Dilatih Buat Menu Mie Gacoan

Program
Diskop Kulon Progo Sebut 1.066 Produk UMKM Lolos Kurasi BelaBeliKu

Diskop Kulon Progo Sebut 1.066 Produk UMKM Lolos Kurasi BelaBeliKu

Program
KemenKopUKM dan BRIN Jajaki Kerja Sama Komersialisasi Hasil Riset Pengembangan UMKM

KemenKopUKM dan BRIN Jajaki Kerja Sama Komersialisasi Hasil Riset Pengembangan UMKM

Program
Holding BUMN Pangan Gandeng INKUD untuk Sediakan Benih Unggul bagi Petani

Holding BUMN Pangan Gandeng INKUD untuk Sediakan Benih Unggul bagi Petani

Program
Produksi Lokal Menurun, Gula Aren Asal Kediri 'Banjiri' Pasar Rangkasbitung

Produksi Lokal Menurun, Gula Aren Asal Kediri "Banjiri" Pasar Rangkasbitung

Training
YDBA Targetkan 300 dari 1.300 UMKM Binaannya Bisa Mandiri

YDBA Targetkan 300 dari 1.300 UMKM Binaannya Bisa Mandiri

Program
Minuman Kopi Satu Liter Jadi Penyelamat Bisnis Dua Coffee

Minuman Kopi Satu Liter Jadi Penyelamat Bisnis Dua Coffee

Jagoan Lokal
Tembakau Jember Ini Didorong Mendapatkan Sertifikat Indikator Geografis

Tembakau Jember Ini Didorong Mendapatkan Sertifikat Indikator Geografis

Training
Puluhan Disabilitas di Karawang Ikuti Pelatihan Barista oleh PNM

Puluhan Disabilitas di Karawang Ikuti Pelatihan Barista oleh PNM

Program
Pemkot Kendari Hadirkan Eco KIM untuk Fasilitasi Pemasaran Produk UMKM

Pemkot Kendari Hadirkan Eco KIM untuk Fasilitasi Pemasaran Produk UMKM

Program
Produk Olahan Rotan Indang Apang Galeri Berhasil Tembus Pasar Internasional

Produk Olahan Rotan Indang Apang Galeri Berhasil Tembus Pasar Internasional

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com