Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pelaku UMKM! Jangan Asal Buka Cabang Usaha Sebelum Lakukan Ini

Kompas.com - 09/04/2023, 12:00 WIB
Rheina Arfiana,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Saat bisnis berkembang pesat, menjadi hal wajar jika pelaku bisnis berpikir untuk membuka cabang bisnis untuk memperluas bisnisnya.

Namun demikian, untuk mengelola cabang bisnis yang baru tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Selain memiliki risiko juga dibutuhkannya sikap penuh tanggung jawab.

Oleh karena itu, ada hal-hal yang harus diperhatikan sebelum membuka cabang bisnis yang baru, seperti yang dilansir melalui gobiz.co.id.

1. Punya tujuan yang jelas

Ketika membuka cabang baru, Kamu wajib mempunyai suatu tujuan yang ingin dicapai. Hal tersebut harus diperjelas dari awal supaya strategi yang dipakai lebih tepat sasaran.

Baca juga: 6 Langkah Sukses Buka Cabang Usaha Baru

Setidaknya Kamu harus mempunya dua tujuan ketika membuka cabang, yaitu memenuhi permintaan pembeli yang bertambah banyak dan untuk menembus pasar baru.

Apabila tujuannya untuk memenuhi permintaan pembeli, harus didorong oleh konsistensi atas kualitas produk atau jasa supaya pembeli konsisten memperoleh kepuasan walaupun membeli produk dan menggunakan jasa di lokasi berbeda.

Sementara, kalau ingin menembus pasar baru siapkan strategi dan inovasi baru yang lebih menarik minat pembeli untuk membuat bisnismu semakin dicari.

2. Memastikan bisnis utama berjalan dengan lancar

Selanjutnya jangan mudah tergiur untuk melakukan perluasan atau memperbesar bisnis ke tempat baru apabila bisnis utama belum mengalami kestabilan.

Apabila bisnis utama masih ditingkatan pengembangan, jangan membuka cabang karena memiliki risiko. Misalnya bisnis bisa saja mengalami penurunan karena kurangnya perhatian.

Maka dari itu, tanda Kamu siap untuk membuka cabang bisnis yang baru yakni melakukan pemantauan setiap hari pada bisnis utama.

Baca juga: 5 Tanda Perlu Membuka Cabang Usaha

3. Didukung sumber daya manusia yang kompeten

Hal berikutnya adalah siapa yang Kamu percayai untuk mengelola cabang bisnis yang baru. Biasanya pebisnis memilih karyawan lama yang sudah memiliki pengalaman mengambil karyawan baru.

Karyawan lama mudah menyesuaikan diri walaupun di tempat baru karena mempunya pengalaman yang lebih banyak, tetapi karyawan baru juga mampu belajar dan beradaptasi dengan cepat jika diberikan kesempatan.

Hal tersebut harus dipertimbangkan dengan seksama agar kegiatan operasional di cabang bisnis yang baru mampu berjalan dengan baik dan maksimal.

Di sisi lain, bisnis utama tidak terganggu karena ditinggal karyawan yang mahir.

4. Melakukan promosi yang efektif

Selanjutnya dengan melakukan promosi yang efektif supaya cabang bisnis yang baru bisa sukses seperti bisnis utama.

Halaman:

Terkini Lainnya
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau