Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

MenKopUKM Luncurkan Koperasi Multi Pihak Berbasis Ekosistem Digital Pertama di Indonesia

Kompas.com, 12 Oktober 2023, 19:55 WIB
Wahyu Adityo Prodjo

Editor

Menurut Teten, kebijakan tentang pengembangan Koperasi Multi Pihak diharapkan dapat menjadi solusi bagi terbangunnya ekosistem di berbagai sektor ekonomi produktif di kalangan masyarakat.

Sehingga, potensi dari SDM dalam suatu wilayah dapat bergabung menjadi kelompok-kelompok anggota dalam KMP, apakah menjadi kelompok produsen, konsumen, investor, dan kelompok anggota lainnya.

Ribuan Pembudidaya

Dalam kesempatan yang sama, Co-Founder dan CEO eFishery Gibran Huzaifah Amsi El Fatizy mengatakan, eFishery sudah menaungi hampir 200.000 pembudidaya dan petambak di seluruh Indonesia.

Ini menjadikan eFishery sebagai komunitas pembudidaya dan petambak terbesar di Indonesia, bahkan salah satu yang terbesar di dunia.

"Dalam satu dekade ini, kita juga berhasil menjadi distributor pakan dan panen share agregator terbesar di Indonesia," kata Gibran.

Baca juga: Penjual Ikan di Batu Pasarkan Ikan Secara Online

Bahkan, eFishery juga menjadi suplier ikan dan udang domestik terbesar di Indonesia tanpa mengolah satu lahan pun karena bermitra dengan petambak, hingga menjual hampir 20 juta kilogram ikan dan udang termasuk di Amerika Serikat dan China.

"Ada ratusan ribu transaksi yang banyak, memposisikan kita sebagai perusahaan pertama dan satu-satunya teknologi perikanan di dunia yang melewati valuasi 1 miliar dolar AS," kata Gibran.

Ia menyebutkan, eFishery berkontribusi hampir 3 persen dari total PDB perikanan di Indonesia.

Gibran menjabarkan, ke depan, ada banyak yang akan eFishery perjuangkan mulai dari Digital Ancho, Vibrio Counter, hingga ShrimpGPT.

"Kami punya mimpi agar inovasi yang kita lakukan bisa membuat banyak orang mengonsumsi ikan dibanding protein hewani lain," kata Gibran.

Baca juga: UMKM di Sulbar Ekspor 500 Kilogram Abon Ikan ke Australia

Bahkan, kata Gibran, eFishery dapat menjadi solusi dari berbagai permasalahan akses keuangan, akses pasar yang diselesaikan dengan teknologi, hingga masalah konsumen.

"Hari ini, kita meluncurkan Koperasi Multi Pihak, melibatkan semua pihak dalam koperasi. Semua transaksi bisa melewati satu sistem koperasi untuk memberikan value yang merata," kata Gribran.

Gibran menegaskan Koperasi TBP merupakan Koperasi Multi Pihak perikanan dan block chain pertama di Indonesia.

"Ini adalah koperasi digital. Masa depan yang kita bayangkan adalah saat sektor ini tumbuh, maka pembudidaya di dalamnya juga bisa berkembang bersama," ujar Gibran.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

Halaman:

Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau