Selain memproduksi garam yang digunakan untuk perawatan kulit, Budi juga memproduksi garam konsumsi berupa garam meja dan garam pedas.
Hasil limbah sisa produksi garam di tunnel Budi tidak dibuang begitu saja. Dia melarutkan garam tersebut dalam air sehingga menjadi air garam yang bermanfaat sebagai obat kumur.
“Usaha kami ini tidak menghasilkan limbah. Semuanya ada gunanya, terpakai, dan laku dijual. Kita sayang alam juga,” lanjutnya.
Budi masih memanfaatkan jalur pemasaran konvensional. Untuk memasarkan secara online, Budi melakukannya baru di media sosial Facebook saja.
Namun, untuk tetap meningkatkan penjualannya, Budi juga membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin berbisnis untuk menjadi reseller produk Kristal Kabumian.
Harga yang ditawarkan Budi untuk satu buah produk garam bath spa senilai Rp 20.000, tetapi untuk reseller, Budi mematok harga Rp 15.000 untuk satu produknya.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.