Melalui para reseller tersebut, Mama Ina telah mewujudkan mimpinya untuk bisa memberdayakan masyarakat sekitar. Selain itu, Mama Ina juga mempekerjakan 70 persen karyawan Ina Cookies yang merupakan warga sekitar di Bojong Koneng.
"Bojong Koneng itu 'kan luas banget ya dan kebanyakan juga kerja di Ina Cookies. Mereka kerja dari jam 6 pagi sampai jam 8 malam. Ada 3 shift untuk ibu-ibu yang kerja ini," kata perempuan kelahiran Cirebon tersebut.
Sejak 1992 hingga saat ini, Ina Cookies telah meluncurkan berbagai varian kue kering. Mulai dari varian manis, coklat, asin, hingga fruity atau rasa buah. Di antara varian tersebut, nastar keju adalah kue kering yang paling laris.
Baca juga: Tak Melulu Kue Kering, 5 Pelaku UMKM Ini Berinovasi dalam Bisnis Hampers Lebaran
Sedangkan untuk varian fruity, Voula bercerita bahwa ada cerita riset dibalik pembuatan varian tersebut. Jadi pihak Ina Cookies melakukan riset identitas beberapa daerah, lalu dituangkan dalam varian fruity.
"Kami melihat kalau lidah masyarakat Indonesia ini berbeda-beda, jadi kami bikin varian fruity ini sesuai dengan rasa yang disukai di suatu daerah," ucap Voula.
Misalnya dari rasa blueberry button yang terinspirasi dari Kota Bandung, lalu orange peel yang terinspirasi dari Jawa Timur.
Baca juga: Ingin Bisnis Kue Kering? SImak Tips Ini agar Bisa Sukses
"Karena 'kan orang Jawa Timur itu identik dengan banyak buah jeruk. Lalu untuk mango velvet itu terinspirasi dari Jawa Tengah, karena terkenal dengan buah mangganya yang manis-manis," lanjutnya.
Harga kue kering Ina Cookies yang terdiri dari berbagai varian tersebut, dijual mulai dari harga Rp20.000 hingga Rp200.000. Ina Cookies juga mengeluarkan berbagai jenis hampers yang bisa dibeli sebagai hadiah tangan saat lebaran.
Saat ini, Ina Cookies sudah membuka cabang kantor di beberapa daerah selain di Bojong Koneng, yaitu di Bekasi dan Surabaya.
Voula pun berharap, nantinya Ina Cookies akan terus maju dengan didukung oleh doa-doa warga sekitar yang bekerja di dalamnya.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.