Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Ide Produk Inovatif, Unik dan Anti Mainstream dari Bahan Susu

Kompas.com, 26 November 2024, 20:00 WIB
Anagatha Kilan Sashikirana,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Ada banyak produk turunan dari susu sapi yang bisa dijadikan makanan dan minuman lain seperti keju, yogurt, hingga mentega.

Tak hanya itu, kandungan manfaat dari susu sapi juga bisa digunakan untuk produk-produk skincare, seperti sabun susu, masker susu, hingga lulur susu.

Namun, tahukah kamu jika susu sapi tidak hanya bisa dikembangkan menjadi produk Food and Beverages (FnB) dan skincare saja, tetapi juga bisa dijadikan produk yang inovatif.

Ternyata, susu memiliki potensi besar untuk dijadikan bahan baku berbagai produk inovatif yang ramah lingkungan dan juga bernilai ekonomis.

Dilansir dari beberapa sumber, susu sapi bisa dibuat menjadi produk lain seperti cat alami, mainan kunyah, kain serat susu, bioplastik berbasis casein, hingga suvenir. Tentunya produk seperti ini membuka peluang bisnis yang menarik.

Baca juga: 5 Ide dan Peluang Binsis Produk Skincare dari Susu Sapi

Berikut ini beberapa ide dan peluang bisnis produk inovatif dari susu.

1. Cat Susu (Milk Paint)

Produk inovatif yang bisa dibuat dari susu adalah cat susu atau milk paint. Cat ini berbahan dasar susu yang ramah lingkungan, tidak beracun, dan aman untuk anak-anak. 

Pembuatan cat alami berbasis susu ini menggunakan campuran kasein dari susu, kapur, dan pigmen warna alami.

Peluang bisnis ini semakin menjanjikan dengan meningkatnya kesadaran akan produk ramah lingkungan. Produk ini pun cukup diminati oleh konsumen yang peduli pada keberlanjutan, terutama untuk dekorasi rumah atau mainan anak.

Menariknya, cat susu ini bukan pendatang baru di industri cat dan pewarnaan, karena cat ini ditemukan pada lukisan gua di Australia dan Makam Mesir kuno.

Baca juga: 7 Ide Bisnis Produk Makanan dan Minuman Olahan dari Susu Sapi

Seperti yang dilansir dari mmsmilkpaint.com, terdapat catatan tertua mengenai cat susu yang ditemukan pada tahun 2015.

Pasalnya pada bercak dolerit kuno, spesimen tersebut diperkirakan berusia 49.000 tahun dan mengandung jejak kasein (protein susu) dan oker (tanaman alami yang digunakan sebagai pewarna).

Secara umum, cara membuatnya adalah susu dibiarkan menjadi asam untuk menghasilkan casein, lalu dicampur dengan kapur bubuk hingga berbentuk pasta. Kemudian pigmen warna bisa ditambahkan sesuai kebutuhan.

2. Suvenir dari Susu Basi

Siapa sangka susu tolak atau susu basi bisa dimanfaatkan menjadi produk baru bernilai ekonomis seperti suvenir.

Ternyata, susu sapi yang tak layak juga bisa dijadikan aksesoris, ini tentunya peluang dan ide bisnis yang unik karena bisa memanfaatkan susu yang tidak bisa dikonsumsi lagi menjadi sesuatu yang lebih berguna.

Baca juga: Kisruh Koperasi Susu di Boyolali dan Pasuruan, Ini Langkah Menteri Koperasi

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau