Editor
JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia Eximbank (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia/LPEI) pada Triwulan I 2026 membukukan laba bersih mencapai Rp 77 miliar, tumbuh 81 persen secara year on year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 42 miliar.
Kinerja tersebut didorong oleh peningkatan aktivitas bisnis dan perbaikan kualitas aset. Pembiayaan business unit tercatat sebesar Rp32,3 triliun, meningkat 13 persen dari Rp28,6 triliun.
Sementara itu, penjaminan mencapai Rp 4,2 triliun dan volume asuransi sebesar Rp1,4 triliun. Dari sisi kualitas aset, Indonesia Eximbank mencatat collection dan special asset sebesar Rp648 miliar.
Baca juga: Lonjakan EBT Bikin Ekspor China Bertahan Saat Pasokan Energi Terguncang
Pencapaian tersebut turut mendorong perbaikan rasio NPL nett menjadi 1,77 persen dari sebelumnya 2,41 persen pada posisi Desember 2025.
Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank, Sukatmo Padmosukarso menyatakan hal ini menunjukkan efektivitas strategi pengelolaan bisnis dan risiko yang dijalankan oleh Indonesia Eximbank untuk menjaga agar bisnis tetap sehat dan tumbuh berkelanjutan.
“Peningkatan kinerja Indonesia Eximbank ini sejalan dengan peningkatan aktivitas Pembiayaan Ekspor Nasional dan perbaikan fundamental pengelolaan aset serta mencerminkan peran aktif Indonesia Eximbank dalam mendukung program Asta Cita Pemerintah, namun tetap memenuhi prudential norms untuk menjaga kualitas pembiayaan dan keberlanjutan usaha,” kata Sukatmo Padmosukarso dalam keterangan resmi, Kamis (21/5/2026).
Selain itu, dalam mendukung program ekspor nasional melalui Penugasan Khusus Ekspor (PKE), realisasi disbursement PKE pada Triwulan I 2026 mencapai Rp3,6 triliun atau meningkat 39 persen (YoY).
Adapun Program PKE Trade Finance dan PKE Kawasan menjadi kontributor disbursement terbesar, sementara Program PKE UKM merupakan program dengan portofolio debitur terbanyak yang menunjukkan bahwa program ini mengakomodasi kebutuhan pelaku UKM berorientasi ekspor.
“Melalui program PKE, pelaku usaha berorientasi ekspor dapat meningkatkan kapasitas produksi, menjaga keberlanjutan usaha, memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global, serta memperluas akses ke pasar internasional, khususnya negara-negara non-tradisional,” ujar Sukatmo.
Ke depan, Indonesia Eximbank juga terus memperkuat peran pengembangan ekspor melalui layanan jasa konsultasi dalam peningkatan kapasitas pelaku usaha.
Baca juga: Airlangga Klaim Pengusaha Respons Positif Ekspor Satu Pintu lewat PT DSI
Hingga Maret 2026, total Desa Devisa binaan Indonesia Eximbank meningkat menjadi 2.379 desa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 199 Desa Devisa telah mengalami peningkatan kualitas melalui penguatan kelembagaan, pelatihan manajemen ekspor, penguatan proses produksi yang berkualitas dan perluasan akses pasar termasuk melalui kegiatan business matching.
LPEI juga berhasil mencetak 120 eksportir baru sehingga total akumulasi eksportir baru mencapai 1.774 eksportir.
“Berbagai pencapaian ini mencerminkan komitmen Indonesia Eximbank dalam memperkuat ekosistem ekspor nasional melalui pembiayaan, penjaminan, asuransi, serta pengembangan kapasitas pelaku usaha berorientasi ekspor,” tutup Sukatmo.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang