Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Cara Sukses Merintis Bisnis Sepatu

Kompas.com, 13 Januari 2022, 07:00 WIB
Wahyu Adityo Prodjo

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Bisnis fashion tentu punya pasar tersendiri. Penggemar fashion tentu akan selalu mengikuti tren yang ada.

Nah, bisnis fashion seperti sepatu menjadi peluang yang menggiurkan bagi para pebisnis. Lagi-lagi merupakan barang yang paling banyak dicari baik untuk dipakai sehari-hari maupun sebagai kebutuhan koleksi.

Jenis sepatu yang bisa dijual pun beragam seperti sepatu untuk laki-laki dan perempuan. Dari penggunaan sepatu pun bervariasi mulai olahraga, casual, dan lainnya.

Tertarik membuka usaha bisnis sepatu? Simak cara sukses memulai jualan sepatu seperti dikutip dari Lifepal.

1. Mencari informasi

Pelajarilah dan lakukan analisis mengenai cara kerja bisnis sepatu. Hal tersebut bisa dilakukan dengan berdiskusi dengan orang-orang yang sudah sukses menjalankan bisnis sepatu.

Cari juga sumber informasi lain dari buku, majalah bisnis, internet, dan lain sebagainya yang dapat menambah surat keterangan juga pengetahuan seputar bisnis sepatu.

2. Pemilihan segmen dan harga

Pilihlah segmen dan jenis sepatu apa yang akan kamu jual. Pertimbangkan juga kualitas dengan harga sepatu yang kamu jual.

Cobalah membandingan harga sepatu yang dijual dengan produk terkenal yang memiliki model dan spesifikasi yang sama. Agar penentuan segmen dan harga sesuai, cobalah menyusun bisnis model canvas yang bantu usaha berkembang.

3. Mencari distributor

Salah satu cara awal memulai bisnis sepatu selain mencari informasi dan memilih segmen adalah mencari distributor atau supplier sepatu-sepatu yang akan kamu jual. Carilah distributor yang terpercaya agar tidak khawatir ketika bekerja sama dengan mereka.

Carilah distributor yang menyediakan sepatu asli di internet atau bertanya kepada teman yang sudah berpengalaman. Di internet banyak sekali distributor yang menawarkan produknya di sana.

Jika sudah menemukan distributor, bicarakan dengannya kalau kamu ingin berjualan sepatu, sehingga kamu bisa mendapatkan harga miring karena membeli dengan jumlah besar.

Kamu bisa lho berjualan sepatu dengan merk sendiri, caranya adalah dengan bekerja sama dengan para pengrajin sepatu.

4. Pilih jenis dan merk sepatu

Ada banyak sekali jenis dan merk sepatu yang juga banyak dicari orang. Ada jenis sepatu casual yang cocok dipakai untuk jalan-jalan ke mall, sepatu olahraga yang sangat nyaman dipakai, dan sneakers yang sedang hits.

5. Jualan sepatu di media sosial atau marketplace

Kamu bisa memanfaatkan media sosial untuk berjualan sepatu online seperti Instagram dan Facebook. Hal itu mengingat beberapa orang lebih nyaman melihat foto sebuah produk di media sosial.

Jangan lupa arahkan calon pembeli untuk mengunjungi toko online di marketplace yang sudah kamu buat karena banyak orang yang merasa lebih mudah dan nyaman bertransaksi di sana.

Halaman:

Terkini Lainnya
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau