Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Batik Pekatan, Dari Pekalongan Berjaya di Depok Jawa Barat

Kompas.com, 15 Februari 2022, 11:39 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Bisnis keluarga yang berjalan sering mengalami stagnasi ketika generasi penerus tidak memiliki passion dengan pendiri sebelumnya.

Namun, ada pula usaha keluarga yang justru tumbuh dan membesar ketika dipegang oleh generasi setelahnya. Salah satunya adalah Batik Pekatan, yang asalnya dari Pekalongan, justru berkembang di Kota Depok, Jawa Barat.

Seperti yang dilakukan oleh Iftitakhiyah (39) pemilik usaha Batik Pekatan yang baru dirintis di tahun 2019 tepat beberapa bulan sebelum pandemi.

Baca juga: Dukung UMKM Naik Kelas, Erick Thohir Beri Bantuan Kemasan

Dia menjalankan bisnis batik karena memiliki darah seni yang turun temurun dari keluarganya, yang juga datang dari pengusaha batik.

“Keinginan memiliki usaha batik tulis makin menguat di saat kami melihat bahwa kondisi artisan batik tulis yang menghadapi tantangan kuat dengan adanya gempuran industri kain printing motif menyerupai batik dan impor bahan serupa batik. Dengan usaha Batik Pekatan yang kami rintis ini, saya berharap bisa menjaga asa para artisan batik tulis untuk terus berkarya dan memperluas pasarnya,” ucap Iftitakhiyah dalam penjelasannya, Senin (14/2/2022).

Dibuat Perajin Pekalongan, Cirebon, dan Lasem

Dalam pembuatan kain batik, Iftitakhiyah memiliki teknik khusus supaya kain tersebut menghasilkan lukisan bernilai seni tinggi. Salah satunya memilih perajin sampai dengan desainer terpilih.

Dalam hal ini Iftitakhiyah mempekerjakan tiga perajin batik yang tinggal di Pekalongan, Cirebon, dan Lasem. Misinya ingin mengangkat wastra batik pesisir dari tiga negeri tersebut. Lainnya adalah mengangkat dua karyawan desainer dan penjahit untuk collection ready to wear.

Batik Pekatan yang berlokasi di Grand Citra Residence, Depok ini menjual berupa kain Batik Pekatan dan produk ready to wear. Harga produk untuk ready to wear collection mulai Rp 475 ribu hingga Rp 2 juta.

Sementara untuk kain batik tulisnya, harga bervariasi mulai Rp 400.000 hingga Rp 3 juta. Dengan permintaan pengiriman kain batik sampai luar kota seperti Bandung, Bali, Semarang, Madiun, Magetan, dan Cirebon. Hingga saat ini, produk yang masih menjadi favorit para pelanggan nya adalah Kain.

Baca juga: Pertamina Hadirkan 3 UMKM Binaan pada Adiwastra Nusantara 2022

“Terima kasih kepada Pertamina atas bantuan yang diberikan kepada kami, selama pandemi alhamdulillah omzet setahun di Rp 150 juta dan selama tahun 2021 ada sedikit peningkatan dari sisi omzet menjadi sekitar Rp 200 juta berkat dibantu dari sisi pemasaran oleh Pertamina,” ucap Iftitakhiyah.

Sementara itu, Eko Kristiawan, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat mengatakan pendampingan dan pemberdayaan menjadi langkah yang strategis bagi Pertamina memajukan mitra binaannya agar terus tumbuh dan berkembang secara matang.

"Dan kami akan terus mendampingi serta membimbing para pelaku Usaha Mikro dan Kecil untuk terus bersaing di dunia bisnis, terutama di masa pandemi Covid-19," kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau