Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perjuangan Brand Fesyen Asal Bandung Elzatta Bertahan di Tengah Pandemi

Kompas.com - 25/02/2022, 08:54 WIB
Reni Susanti,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

BANDUNG, KOMPAS.com - Bagi pecinta pakaian muslim, nama Elzatta sudah sering didengar. Tokonya ada di berbagai daerah di Indonesia, begitu pula keagenannya.

Kekuatan perusahaan yang dibangun 2012 dari nol ini ada di offline. Meski Elzatta sudah menggunakan penjualan online, namun offline mereka sangat kuat.

Itulah yang kemudian membuat Elzatta tergopoh-gopoh saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

Baca juga: Tips Menjadi Wirausaha yang Sukses

"Pandemi ini cobaan berat buat Elzatta. Tidak mudah memenuhi kewajiban terutama pada pegawai," ujar CEO Elcorps, Elidawati kepada Kompas.com, Kamis (24/2/2022).

Apalagi pandemi datang menjelang Ramadhan saat perusahaannya menyetok banyak barang. Sebab ketika stok menumpuk, utang terhadap suplier pun tengah tinggi-tingginya.

"Omzet anjlok, hanya tersisa 40 persen dibanding tahun sebelum pandemi Covid-19," beber Elidawati.

Toko-toko milik Elzatta pun banyak yang tutup. Setidaknya ada 40 toko yang tutup. Karena kebanyakan toko milik Elzatta ada di mal.

"Mal menjadi salah satu yang paling terkena dampak. Makanya toko kami banyak yang tutup. Toko milik agen kami masih pada buka dan bertahan," ucap dia.

Bagi sebagian pengusaha fashion, omzet Elzatta ini masih mending. Karena banyak pengusaha fashion yang terjungkal dan bangkrut.

Namun dengan pegawai berjumlah 1.000 orang, tidak mudah bagi Elzatta. Untuk bertahan, ia memotong gaji pegawai.

Bahkan ia sempat akan menjual gedung miliknya dan sudah ada yang menawar serius. Namun ia berat melepaskan hingga akhirnya batal menjual.

Hal paling menyesakkan adalah ketika ia harus melepas 600 pegawainya. Ia terpaksa melakukannya karena kondisi perusahaan yang sulit.

Gandeng Investor

Hingga suatu hari ia dipertemukan dengan Komisaris Utama PT Lembur Sadaya Investama (LSI), Asep Sulaiman Sabanda.

Setelah melakukan berbagai pengecekan laporan keuangan dan lainnya, PT LSI sepakat menyuntikkan modal. Berbagai perbaikan dan strategi bisnis pun siap dilakukan.

Baca juga: Omzet Rp 30 Juta Per Bulan, Slamet Suryadi Sukses Berbisnis Madu sambil Lestarikan Alam

Seperti relokasi sejumlah toko, pengoptimalan penjualan, IPO, hingga go internasional ke Malaysia sampai Eropa.

"Selama dalam kesulitan kami tetap berkarya. Kami tetap mengeluarkan produk baru dan costumer loyal tetap ada, namun pengembangan bisnis tidak bisa maksimal," beber dia.

Menjelang Ramadhan ini, pihaknya sudah menyiapkan produk-produk baru seperti pakaian sarimbit hingga scarf nusantara.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau