Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mau Dapat Penghasilan Tambahan Lumayan? Ini Ragam Bisnis yang Bisa Dicoba

Kompas.com - 28/02/2022, 06:47 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Biaya hidup zaman sekarang mahalnya minta ampun. Jumlah kebutuhan yang harus dipenuhi pun semakin banyak.

Kalau pendapatan utama pas-pasan, solusinya tidak hanya bisa dengan memangkas pengeluaran. Kamu juga harus mampu meningkatkan pemasukan melalui passive income atau penghasilan tambahan

Penghasilan yang diperoleh dari aktivitas seminim mungkin. Bahkan kalau. perlu sambil rebahan, bisa menghasilkan pundi-pundi uang. Bagaimana caranya? Berikut ulasannya, mengutip Cermati.com.

1. Menjual konten

Saat ini, banyak orang jadi jutawan, miliarder, bahkan ‘sultan’ dari hasil jualan konten di media sosial. Konten berupa tulisan, foto, video, sampai konten digital seperti NFT yang dilego di marketplace khusus.

Tinggal pilih sesuai kemampuan, keterampilan, atau keahlian kamu. Yang paling mudah, konten mukbang, video kekinian a day in my life, dan lainnya.

Jika konsisten dalam membuat konten, berkualitas, unik, original, pasti banyak yang tertarik melihat, membaca, dan menonton konten yang kamu produksi. Dari situ, jumlah subscriber meningkat, disusul banjir endorse dan iklan yang memberikanmu penghasilan besar.

2. Menjual informasi

Punya sejumlah tips dan trik tentang keuangan atau traveling hemat? Kamu bisa jual informasi ini dalam bentuk e-book untuk mendapatkan uang.

Gunakan teknik marketing yang bagus guna menarik minat pembaca. Misalnya dengan free trial selama 14 hari, lalu selanjutnya dikenakan biaya untuk berlangganan.

Besarnya pendapatan yang kamu terima tergantung dari jumlah pengguna yang berlangganan. Semakin banyak, maka semakin besar pendapatanmu.

3. Menyematkan link afiliasi

Banyak dari kamu punya produk-produk favorit yang ingin direkomendasikan kepada orang lain. Bisa berupa produk kecantikan, peralatan memasak, olahraga, pakaian, dan lain sebagainya.

Sebaiknya gunakan link afiliasi untuk produk yang kamu rekomendasikan kepada orang lain. Sematkan link produk tersebut ke sosial media atau blog pribadi.

Persentase penghasilan akan dihitung dari jumlah klik atau banyaknya orang yang berhasil membeli dari link yang kamu sematkan.

4. Berjualan di e-commerce

Jualan offline dewasa ini sudah ketinggalan zaman. Semua bermigrasi jualan online di situs belanja online atau e-commerce.

Buka toko online di beberapa e-commerce terpercaya, dan jual barang atau jasa yang ditawarkan. Dalam hal ini, kamu bisa sebagai reseller atau non-reseller.

Kini e-commerce memiliki cakupan pasar yang lebih luas. Jadi, pangsa pasarnya tidak hanya masyarakat di dalam negeri, tapi juga luar negeri.

Halaman:

Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau