Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nodeflux Bocorkan Dua Potensi Pengembangan Face Recognition untuk UMKM

Kompas.com - 29/11/2022, 14:00 WIB
Wahyu Adityo Prodjo

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Perkembangan teknologi face recognition disebut akan semakin membantu sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia.

Face recognition sendiri merupakan teknologi yang bisa dipakai untuk mengidentifikasi wajah seseorang untuk berbagai kepentingan lewat foto maupun video.

"Potensi pengembangan ke depan yang juga sedang kami kembangkan yaitu face payment dan face loyalty," kata Chief Of Artificial Intelegence Business Strategy Nodeflux, Adhiguna Mahendra saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan pada Senin (28/11/2022) sore.

Face payment lebih lanjut dijelaskan oleh Adhiguna merupakan teknologi yang memungkinkan seorang pelanggan melakukan pembayaran dengan hanya menunjukkan wajah. Face payment, kata Adhiguna, sudah diterapkan di berbagai usaha di China. 

Pelanggan nantinya akan diidentifikasi oleh teknologi Artificial Intelegence lewat kontur muka dan identitas lainnya. 

Baca juga: Face Recognition Bisa Bantu UMKM, Chief Nodeflux: Berguna Berikan Insight Bisnis

Apabila, verifikasi sudah dinyatakan benar, maka pembayaran akan secara otomatis terpotong dari saldo akun bank atau dompet digital lainnya.

Menurut Adhiguna, penggunaan face payment seperti di China bisa diterapkan di Indonesia.   Penerapan face payment dinilai bisa mempermudah transaksi bisnis.

Potensi face recognition kedua yang akan berkembang di Indonesia yaitu face loyalty. Face loyalty akan berguna bagi seseorang yang memiliki keanggotaan atau member di toko maupun restoran.

"Jadi selama ini sering ada masalah, misalnya saat ke restoran atau apa pun, kita diminta kartu membership. Atau misalnya kita diminta untuk menginstall aplikasi. Tidak semua orang mau. Menurut saya, loyalty itu bisa diterapkan lewat sistem face recognition," kata Adhiguna.

"Dan sebetulnya kami pernah melayani case itu. Jadi ada usaha yang menggunakan face recognition jadi hanya mendeteksi wajah untuk mengetahui membership, pembayaran, cek point, dan lain-lain," tambah Adhiguna.

Teknologi face loyalty bisa digunakan untuk memudahkan para pemilik toko maupun gerai bisnis lainnya dalam melayani pelanggan. Apalagi, ada kasus-kasus yaitu para pelanggan lupa membawa kartu keanggotaan atau malas memiliki aplikasi yang dikembangkan oleh pemilik toko maupun gerai.

Dengan menggunakan face loyalty, pelanggan bisa mendapatkan poin atau benefit lainnya dengan cukup menunjukkan wajah saat melakukan pembayaran.

"Itu akan bagus untuk UMKM sih. Saat ini sistem seperti itu sudah banyak digunakan di China," kata Adhiguna.

Selain itu, negara Amerika Serikat juga sudah banyak menggunakan face loyalty. Penggunaan face loyalty memungkinkan pemilik toko maupun gerai bisa menambah jumlah keanggotaan dari para pelanggan. 

Nodeflux merupakan perusahaan teknologi computer vision asal Indonesia yang sudah banyak berkecimpung di berbagai event dan bekerjasama dengan berbagai lembaga, dan pemerintah.

Berbagai solusi dihadirkan oleh Nodeflux seperti face recognition, penghitung dan klasifikasi kendaraan berdasarkan ukuran dan jenis kendaraan, pendeteksi muka air, dan lainnnya.

Nodeflux juga berpartisipasi dalam pengamanan Asian Games 2018 dan IMF World Bank Group Summit 2018.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau