Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jelang Nataru, Permintaan Keripik Buah Asal Kota Batu Meningkat

Kompas.com - 08/12/2022, 08:32 WIB
Nugraha Perdana,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

MALANG, KOMPAS.com - Permintaan keripik buah asal Kota Batu meningkat menjelang musim liburan akhir tahun atau natal dan tahun baru (Nataru). Salah satunya seperti yang dirasakan oleh pemilik usaha rumahan produksi keripik buah yakni Khamim Tohari.

Khamim mengatakan dari beberapa jenis keripik seperti apel, pisang, nangka, mangga, nanas dan salak mengalami peningkatan pesanan mencapai 60 persen. Biasanya keripik dari usahanya itu dikirim ke tokoh oleh-oleh yang ada di Malang Raya.

"Kami pemasarannya juga ke Lampung, Bandung, Jakarta. Tetapi yang paling besar pasarnya di Malang Raya, biasanya dari toko oleh-oleh tapi ada juga yang beli kemudian dijual lagi. Karena keripik buah ini kan di Malang ketika musim liburan banyak wisatawan datang menjadi buah tangan," kata Khamim pada Rabu (7/12/2022).

Baca juga: Penjual Ikan di Batu Pasarkan Ikan Secara Online

Dia mengatakan setiap hari untuk produksi keripik apel saja membutuhkan bahan baku buah apel sekitar 1,5 ton. Sementara, pada bulan-bulan sebelumnya paling tinggi kebutuhan bahan baku tersebut sekitar 1 ton dalam sehari.

"Yang paling utama apel karena bahan bakunya setiap hari ada di Malang, kalau seperti lainnya, nangka itu kan musiman, bulan ini memang banyak, tapi nanti bulan kedua 2023 sudah menurun bahan bakunya," katanya.

Kini harga keripik buahnya juga mengalami kenaikan sejak Oktober lalu seiring dengan adanya kenaikan harga kebutuhan pokok dan BBM.

Seperti keripik apel setiap kilogramnya dihargai sebesar Rp 95.000, keripik nangka Rp 120.000, keripik mangga Rp 95.000, keripik nanas Rp 100.000, keripik salak Rp 85.000 dan keripik pisang Rp 80.000.

"Selisih naiknya Rp 5.000 dari tiga bulan yang lalu, karena seperti minyak goreng kan naik, BBM. Ini kita jualnya grosiran," katanya.

Usaha yang sudah ada sejak tahun 2012 lalu itu, kini dalam sehari dapat menghasilkan omzet sekitar Rp 9 juta. Total ada 40 pegawai yang bekerja dan produksi dilakukan mulai pukul 06.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Baca juga: Luna Guitarworks, Gitar dari Sidoarjo yang Jadi Langganan Musisi Lokal dan Asing

"Ada peningkatan, Alhamdulillah karena pandemi awal itu kita sempat tutup. Terus tahun ini (2022) mulai produksi lagi bertahap, dulu awal setelah tutup itu hanya 25 pegawai, permintaan terus ada sekarang ada 40 pegawai, tapi mereka giliran," katanya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau