Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kesalahan Umum Para Pemilik Online Shop, Jangan Lakukan Biar Kamu Sukses Jualan...

Kompas.com - 27/04/2023, 19:00 WIB
Zalafina Safara Nasytha,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Berjualan secara online dengan menggunakan marketplace online sudah menjadi hal biasa beberapa tahun belakangan ini di Indonesia, terutama pada saat pandemi Covid-19 terjadi.

Selain kemudahan akses yang ditawarkan, keuntungan seperti dapat menjangkau pasar yang lebih luas dari berbagai daerah menjadi alasan banyak pelaku bisnis yang memasarkan produknya di marketplace online.

Jika Kamu termasuk salah satu pelaku bisnis yang memanfaatkan marketplace online atau baru akan terjun ke dalam pemasaran melalui marketplace online, sebaiknya simak penjelasan berikut agar kamu terhindar dari kesalahan-kesalahan umum para pemilik online shop tak terkecuali di marketplace.

Baca juga: 5 Cara Jualan Online Laris Pembeli

1. Informasi produk tidak lengkap

Sebagai pelanggan, sebelum membeli suatu produk pasti ingin mengetahui informasi sejelas-jelasnya mengenai produk yang akan dibelinya.

Salah satu alasannya adalah untuk mempertimbangkan apakah harga yang dibayarkan akan sesuai dengan kualitas produk yang didapatkan.

Selain itu, pelanggan juga ingin memastikan kalau produk yang dipilihnya benar-benar cocok untuk ia pakai, seperti contohnya memilih ukuran baju yang akan dibeli agar sesuai di badan.

Nah, berdasarkan hal tersebut sangat penting bagi Kamu, penjual di marketplace online, untuk menuliskan informasi produk sejelas-jelasnya, seperti bahan yang digunakan, warna yang tersedia, ukuran, dan lain sebagainya (menyesuaikan dengan produk yang kamu jual).

Baca juga: 10 Tips Sukses Berbisnis Online untuk Pemula

Kelengkapan informasi akan mempercepat keputusan pelanggan untuk membeli produk yang Kamu tawarkan.

2. Tidak cepat tanggap dalam memberikan respon

Dalam berjualan online, Kamu dituntut untuk menjadi responsif. Jika kamu lambat dalam membalas pesan atau pertanyaan dari pelanggan, bukan tidak mungkin pelanggan batal membeli produk dari tokomu dan beralih mencari toko lain.

Sebaiknya, segera balas setiap pesan yang dikirimkan oleh pelanggan, terlebih lagi jika pesan itu masuk saat masih jam operasional toko.

Baca juga: 5 Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Membangun Bisnis Online

3. Kurang ramah dan terlalu ‘template

Saat membalas pesan dari pelanggan, jangan hanya mementingkan kecepatan, melainkan juga kualitas pelayanan yang diberikan.

Gunakan bahasa yang ramah dan santai terhadap pelanggan agar terdapat kedekatan personal yang terjalin dan sebaiknya membalas pesan tidak terlalu ‘template’.

Hal ini agar pelanggan merasa lebih dekat dan mendapatkan pelayanan yang baik, sebagai contoh Kamu dapat memanggil pelanggan dengan sebutan “Kak” kemudian ditambah dengan nama pelanggan tersebut (biasanya tercantum di akun pembeli yang terdaftar di marketplace tersebut).

Baca juga: Ingin Jualan Online dan Dapat Hasil Maksimal? Begini Tipsnya

4. Foto produk apa adanya

Ingat bahwa yang dilihat pertama kali saat pelanggan akan membeli produk adalah visual, yakni foto produk.

Jika foto produk yang ditampilkan kurang jelas, berantakan, dan tidak menarik mata, pelanggan cenderung tidak akan tertarik untuk melihat produk dan mencari produk serupa di toko lain yang lebih bagus.

Inilah pentingnya untuk memajang foto produk yang baik dan jelas agar pelanggan tertarik untuk melihat produk.

Baca juga: Catat Tips Ini agar Foto Produkmu Lebih Menarik

Tidak perlu menyewa fotografer mahal, Kamu juga dapat memotret produkmu sendiri dengan menggunakan ponsel yang kemudian diedit seperlunya menggunakan aplikasi edit foto yang sudah banyak tersedia sekarang ini.

5. Tak memperhatikan ketentuan marketplace dengan baik

Sebelum membuat toko di marketplace online, pastikan Kamu sudah memahami betul ketentuan yang berlaku di dalamnya, seperti potongan biaya admin, tambahan biaya ongkos kirim, dan biaya lain-lain.

Bacalah terlebih dahulu ketentuan-ketentuan yang ada dengan teliti agar Kamu dapat memanfaatkan penjualan dengan maksimal untuk mendapatkan keuntungan dan bukannya kerugian.

Baca juga: Begini Tips Memberikan Pelayanan Pelanggan Terbaik secara Online

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau