Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hingga Mei, Realisasi Belanja Lewat E-Katalog di Kota Tangerang Capai Rp73,51 Miliar

Kompas.com, 7 Juli 2023, 20:21 WIB
Add on Google
Wahyu Adityo Prodjo

Editor

TANGERANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Tangerang, Banten mencatat realisasi belanja melalui e-katalog lokal untuk sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga akhir Mei 2023 mencapai Rp73,51 miliar.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp19,95 miliar.

"Jika dibandingkan dengan tahun lalu, realisasi belanja melalui e-katalog untuk UMKM sudah meningkat hingga Mei ini," kata Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Pemkot Tangerang, Yeti Rohaeti di Tangerang, Jumat seperti dilansir dari Antara.

E-katalog lokal merupakan sebuah platform digital yang digunakan untuk menampilkan informasi mengenai produk dan layanan dari produsen lokal atau usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang berbasis di Kota Tangerang.

Yeti Rohaeti menambahkan sampai bulan Mei ini, produk yang tayang pada e-katalog lokal Kota Tangerang adalah 17.763 produk dengan 822 penyedia.

Baca juga: Pemkot Batu Dorong OPD Jemput Bola Pelaku UMKM Masuk E-Katalog

E-katalog Lokal bertujuan mempermudah para UMKM lokal sebagai penyedia dalam memasarkan produk-produknya dalam hal kerja sama pengadaan serta penyediaan barang dan jasa dengan pemerintah.

Dengan penggunaan e-katalog lokal ini, dapat mendorong percepatan peningkatan penggunaan produk dalam negeri serta mendorong optimalisasi, transparansi dan efisiensi dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa.

"Kehadiran e-katalog lokal, pemkot dan UMKM dapat membentuk kerja sama dan inisiatif yang positif untuk mempromosikan produk lokal dan mendukung pertumbuhan ekonomi di Kota Tangerang," ujar Yeti.

Yeti mengimbau, pelaku UMKM Kota Tangerang yang belum mendaftar e-katalog untuk segera mendaftar. Ada sejumlah manfaat yang bisa diterima untuk pengembangan usaha, jika telah terdaftar di e-katalog.

"Seluruh OPD di Pemkot Tangerang telah difokuskan untuk melakukan pembelian produk-produk lokal melalui e-katalog. Maka dari itu, pelaku UMKM yang telah mendaftarkan produknya di e-katalog akan diprioritaskan untuk dibeli produknya oleh Pemkot Tangerang, dengan catatan disesuaikan dengan kebutuhan OPD," jelas Yeti.

Baca juga: Teten Masduki Optimistis Masuk 1 Juta UMKM Masuk E-Katalog

Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Hendrar Prihadi saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Tangerang beberapa waktu lalu mengapresiasi pelaksanaan pengadaan barang dan jasa di Pemkot Tangerang terutama realisasi belanja melalui e-katalog.

"Untuk realisasi belanja melalui katalog ini hampir ada peningkatan ya karena angka di tahun lalu adalah Rp134,96 miliar dan di tahun ini sudah Rp129,65 miliar dan ini masih bulan Mei. Artinya ini berpotensi untuk meningkat dan mudah-mudahan di akhir tahun ini nanti bisa meningkat pesat sampai dua kali lipat dari tahun lalu," kata Hendrar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Terkini Lainnya
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau