Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Tips Penting Untuk Mulai Bisnis Martabak

Kompas.com, 28 Agustus 2023, 20:00 WIB
Fransisca Mega Rosa Mustika,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Martabak bangka adalah kudapan yang asli berasal dari Indonesia. Memiliki nama asli Hok Lo Pan, saat ini martabak sudah banyak hasil modifikasi yang dikembangkan oleh para pengusaha martabak.

Martabak manis umumnya memiliki topping coklat meses dan rempahan kacang tanah. Namun, kini sudah semakin banyak variasi topping martabak yang menggunakan selai aneka rasa, wafer, hingga marshmallow.

Menariknya, peminat martabak juga masih sangat banyak hingga saat ini.

Berikut ini ada beberapa tips untuk kamu yang mau memulai bisnis martabak manis yang telah dirangkum dari beberapa sumber.

Baca juga: Tips Memulai Bisnis Hampers, Auto Cuan!

1. Riset kompetitor

Tips pertama memulai usaha martabak adalah melakukan riset kompetitor.

Riset kompetitor dilakukan agar usaha kamu mampu bersaing di pasaran. Caranya yaitu dengan mengumpulkan berbagai informasi mengenai kompetitor hingga preferensi pelanggan.

Setelah mendapat data dari riset tersebut, kamu bisa membuat strategi ataupun taktik yang sesuai dengan kondisi pasar yang akan kamu hadapi.

2. Persiapkan modal

Langkah kedua yang penting bagi pengusaha adalah mempersiapkan modal untuk membangun bisnisnya.

Jika dana yang kamu miliki masih kurang, hal itu dapat menghambat pengembangan usaha mu, seperti menghambat peningkatan kapasitas produksi, penambahan alat produksi, dan juga biaya operasional lainnya.

Baca juga: 8 Langkah Bikin Konten Medsos untuk Pelaku UMKM

Jika kamu memilih untuk menjadi mitra waralaba, kamu bisa memilih paket yang sesuai dengan bujet modal yang kamu miliki.

Diluar perihal modal, untuk membangun sebuah usaha, kamu juga perlu membulatkan tekad dan keseriusan.

3. Buat keunikan tersendiri

Inovasi dan kreasi sangat penting bagi pengusaha, terutama dalam bisnis makanan.

Usahakan supaya bisnis kamu bisa memenuhi kebutuhan serta keinginan pelangganmu, sehingga mereka merasa puas dengan inovasi yang kamu ciptakan.

Upaya yang bisa kamu lakukan misalnya, membuat kemasan dengan gaya modern, menggunakan topping yang popular atau mengembangkan inovasi baru lainnya.

Baca juga: 6 Ide Bisnis Tanpa Modal yang Cocok untuk Mahasiswa

4. Pemilihan lokasi strategis

Pilih lokasi yang strategis untuk memulai bisnis martabak kamu. Dengan memilih tempat yang strategis, kamu memberikan fasilitas yang nyaman bagi pelanggan.

Pastikan juga kamu memberikan pelayanan terbaik bagi para pelanggan. Kamu bisa menanyakan apa yang mereka butuhkan atau juga menanyakan pendapat mereka tentang bisnis kamu.

Jangan ragu untuk menanyakan hal tersebut pada pelanggan. Nantinya kamu yang akan merasakan faedahnya karena telah mendengarkan masukkan mereka.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau