Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bantu Pelaku Usaha Ultra Mikro di Kampung Kayutangan Heritage, OJK Malang Bakal Fasilitasi Transaksi Cashless

Kompas.com, 8 Oktober 2023, 10:47 WIB
Nugraha Perdana,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

MALANG, KOMPAS.com - Para pelaku usaha ultra mikro di Kampung Kayutangan Heritage, Kota Malang, Jawa Timur akan difasilitasi kemudahan transaksi Cashless atau sistem pembayaran tanpa uang tunai. Fasilitas itu untuk memudahkan antara penjual dan pembeli ketika berbelanja.

Kepala Kantor OJK Malang, Sugiarto Kasmuri mengatakan, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Malang memiliki program untuk merealisasikan Kampung Kayutangan Heritage menjadi Kawasan Inklusi Keuangan. Hal itu untuk mendekatkan akses kemudahan layanan keuangan kepada para pengusaha di Kampung Kayutangan Heritage.

Rencananya, pada awal November nanti, bertepatan momen Bulan Inklusi Keuangan akan ada gebyar UMKM dengan tema Malang Tempoe Doeloe di Kayutangan Heritage.

"Nanti disana ada bazaar kuliner, kemudian akan memulai layanan transaksi cashless disana," kata Sugiarto pada Minggu (8/10/2023).

Kantor OJK Malang juga telah berkoordinasi dengan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) untuk mau membina pelaku UMKM yang ada di Kampung Kayutangan Heritage. Pihaknya bersama Pemkot Malang telah menyelesaikan studi kelayakan dari program tersebut.

"Masing-masing LJK punya kawasan masing-masing untuk membina kampung-kampung yang ada di wilayah Kayutangan, satu wilayah satu bank, mudah-mudahan bisa terlaksana dengan baik," katanya.

Dia mengatakan, sinergi dengan berbagai pihak penting dilakukan. Artinya, Kantor OJK Malang tidak bisa bekerja sendirian.

"Ini harus sinergi, tidak bisa hanya Lembaga Keuangan Saja, atau OJK saja, tanpa ada dukungan dari akademisi, pemerintah kota," katanya.

Baca juga: Warga Binaan di Malang Dilatih Usaha Batik Shibori

Sugiarto mengatakan, selama ini untuk layanan akses keuangan di Kampung Kayutangan Heritage dinilai belum terlayani secara menyeluruh. Hal itu baik dari sisi transaksi atau pembiayaan kepada pengusaha.

Namun, kondisi yang ada berbeda dengan para pelaku usaha mikro dan menengah di sekitar pedestrian Kayutangan Heritage.

"Selama ini pengunjung Kayutangan sentralisasinya ke kawasan utama yang pinggir jalan, koridor, jarang masuk ke kampung-kampung, sebenarnya kalau itu dimasukin akan memberikan dampak ekonomi yang besar kepada masyarakatnya, untuk itu butuh permodalan, juga layanan untuk transaksi cashless-nya, itu yang nanti kami rencanakan," jelasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau