Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Survei Ipsos Ungkap Fitur Live Shopping Jadi Metode Penjualan Andalan Pelaku UMKM

Kompas.com - 15/01/2024, 21:54 WIB
Bestari Kumala Dewi

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Perusahaan riset publik, Ipsos Indonesia menggelar survei bertajuk "Tren Live Streaming E-commerce bagi Penjual" pada akhir 2023 lalu.

Hasil survei tersebut menunjukkan, bahwa metode berjualan live shopping menjadi andalan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Menurut Direktur Eksekutif Ipsos Indonesia Andi Sukma, hal itu terjadi karena live shopping memiliki banyak keunggulan dibanding metode penjualan lain di pasar daring. Salah satunya kemudahan berinteraksi dengan pembeli.

Baca juga: Menkop-UKM Ramaikan Live Shopping Tokopedia dan Ajak Flexing Produk Lokal

"Fitur ini masih jadi salah satu primadona bagi para seller. Para UMKM mampu dengan mudah berinteraksi dengan pembeli dan membangun engagement. Itu menjadi salah satu daya tarik yang sukar ditandingi oleh fitur-fitur konvensional," kata Andi dalam diskusi daring yang diadakan IPSOS Indonesia, Senin (15/1/2024), seperti dikutip dari Antara.

Andi mengungkap, beberapa dampak positif yang dirasakan pelaku UMKM setelah rutin berjualan daring dengan metode live shopping, di antaranya perluasan jangkauan pasar, penghematan biaya promosi, hingga membangun kepercayaan pelanggan.

"Sebesar 73 persen yang menggunakan metode ini, omzet mereka meningkat, 68 persen di antaranya mereka mengatakan bisa memperluas pasarnya, dan beberapa dampak lainnya dirasakan oleh para pelaku UMKM," paparnya.

Dampak lainnya yang ditemukan, di antaranya seperti penghematan biaya promosi dirasakan oleh 64 persen pelaku UMKM, 60 persen merasakan interaksi dengan pelanggan lebih lancar karena komunikasi real-time, 59 persen merasa lebih dipercaya oleh pelanggan, dan 49 persen merasa lebih aman dalam bertransaksi.

Survei juga mendapati ada empat platform live shopping yang paling populer digunakan di Indonesia.

Shopee Live menjadi platform yang menempati posisi pertama dengan persentase pengguna 96 persen, disusul TikTok Live dengan persentase 87 persen, Lazada Live 71 persen, dan Tokopedia Play 62 persen.

Baca juga: 4 Tips Live Selling Biar Ramai yang Nonton, Pelaku UMKM Wajib Tahu!

Sedangkan dari kategori produk, didominasi kategori fesyen dengan tingkat penjualan 56 persen, disusul dengan kategori beauty care and health dengan persentase 39 persen, FMCG 32 persen, dan kategori gaya hidup dengan persentase 17 persen.

Dari hasil survei tersebut, maka IPSOS Indonesia optimis bahwa live shopping di 2024 masih akan relevan dan digunakan banyak pelaku UMKM, sebagai metode andalan yang digunakan untuk berjualan daring.

Survei yang dilakukan pada periode kuartal ketiga di 2023 ini, melibatkan sebanyak 360 pelaku UMKM mulai dari 18-55 tahun, baik itu perempuan dan laki-laki yang berasal dari daerah Jabodetabek, Semarang, Surabaya, Medan, dan Makassar.

Selain itu, para UMKM yang menjadi peserta survei juga harus berdagang secara daring dan menggunakan fitur live shopping sebagai metode penjualannya.

Baca juga: 6 Tips Sukses Berjualan di Live TikTok

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau