Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wamen UMKM: Partisipasi UMKM dalam Rantai Pasok Global Rendah

Kompas.com - 10/12/2024, 15:24 WIB
Perdana Putra,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

PADANG, KOMPAS.com - Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Helvi Moraza menyebutkan produk UMKM Indonesia butuh inovasi dari kampus untuk bisa menembus pasar luar negeri.

Saat ini, UMKM adalah tulang punggung perekonomian Indonesia dengan jumlah lebih dari 64,2 juta unit usaha.

UMKM terbukti menyumbang 60,5 persen terhadap PDB nasional dan menyerap 96,9 persen tenaga kerja.

"Namun, di balik angka-angka ini, masih ada tantangan besar yang harus kita jawab bersama yaitu rendahnya partisipasi UMKM dalam rantai pasok global," kata Helvi saat berbicara dalam acara Andalas Business Matching 2 yang digelar Universitas Andalas Padang, Senin (9/12/2024) di Padang.

Helvi menyebutkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah menargetkan produk UMKM sebanyak mungkin bisa menembus pasar global.

Salah satu strategi yang telah dirancang adalah dengan Inabuyer yaitu sebuah platform yang menghubungkan UMKM dengan korporasi besar, BUMN, dan pemerintah.

Baca juga: Kementerian UMKM Akan Berikan Pelatihan kepada Pengusaha Laundry, Asal...

Melalui Inabuyer, UMKM mendapatkan peluang untuk memasarkan produk mereka langsung kepada pembeli potensial dalam skala besar.

Lalu, menciptakan kampus UMKM dengan peran perguruan tinggi memberikan pendampingan dan inovasi agar produk UMKM bisa bersaing secara global.

"Kita menyambut positif Universitas Andalas yang memiliki komitmen untuk memberikan pendampingan bagi UMKM di sini," jelas alumni Universitas Andalas itu.

Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi mengakui UMKM terutama di Sumbar masih banyak yang stagnan akibat minimnya inovasi.

"Harus diakui UMKM kita banyak, tapi masih stagnan yang dibuktikan belum bisa menembus pasar global. Ini jadi perhatian bagi kita semua," jelas Efa.

Menurut Efa, minimnya inovasi membuat produk UMKM itu sulit berkembang alias jalan ditempat.

"Di sini kita berkomitmen untuk membantu mereka agar bisa menciptakan inovasi sehingga bisa lebih maju dan go internasional," kata Efa.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau