Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Kompas.com, 10 Februari 2025, 20:57 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - IPB University melalui Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim (DPMA) bersama PT Astra International Tbk terus memperkuat kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui Program Desa Sejahtera Astra (DSA).

Kali ini, DPMA IPB menyelenggarakan kegiatan penggalian potensi desa, serta mengidentifikasi model pengelolaan pengembangan desa wisata berkelanjutan berbasis pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan ini dilaksanakan berbarengan dengan peningkatan Kapasitas (Capacity Building) Pegawai tahun 2025.

DSA Tegal dan DSA Pemalang merupakan lokasi pelaksanaan Desa Sejahtera Astra (DSA) kategori Kriya, Wisata, dan Budaya yang didampingi oleh DPMA IPB sejak tahun 2024.

Baca juga: 5 Desa Wisata Indonesia Pemenang ASEAN Tourism Awards 2025 yang Wajib Dikunjungi

DSA Tegal merupakan dewa yang memiliki aktivitas wisata susur hutan menggunakan mobil Jeep, dikelola secara kolektif oleh Kelompok Tani Hutan Rimba, atau dikenal dengan Wisata Susur Hutan Jeep Tatamba.

Sementara itu, DSA Pemalang memiliki aktivitas pengembangan kawasan Wana Wisata Bale Gandrung, yang dikelola oleh Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Wana Gandrung.

Kedua DSA tersebut mengusung konsep integrasi wisata berkelanjutan, salah satunya adalah dengan memanfaatkan platform perhitungan emisi karbon yang dilepaskan, sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.

Supervisor Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim IPB University, Nurfajri Rahmawati, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara IPB University, PT Astra International, dan masyarakat desa binaan.

"Semoga ke depannya Desa Guci dan Desa Gambuhan bisa lebih baik lagi dengan adanya binaan dari Astra dan IPB, serta dapat menjadi desa percontohan bagi Desa Sejahtera Astra lainnya," ujarnya dalam keterangan resmi pekan lalu.

Sejak dimulainya program DSA di Desa Gambuhan dan Desa Guci, berbagai inisiatif telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mulai dari pengelolaan media sosial wisata yang lebih terarah, edukasi lingkungan, hingga peningkatan fasilitas umum seperti gazebo dan area perkemahan.

Baca juga: Desa Wisata Seribu Air Terjun di Labuan Bajo, Tawarkan Panorama Alam dan Budaya

Nurfajri menuturkan dengan adanya kegiatan Capacity Building DPMA 2025 ini, diharapkan sinergi antara IPB University, PT Astra International, dan desa binaan semakin kuat dalam mewujudkan desa yang mandiri dan berkelanjutan.

Ke depan, Desa Guci dan Desa Gambuhan diharapkan dapat menjadi contoh sukses bagi desa lainnya dalam program Desa Sejahtera Astra.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau