Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

10 Ide Bisnis Kerajinan Tangan Penghasil Cuan

Kompas.com, 14 Februari 2022, 12:55 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Punya hobi membuat kerajinan tangan? Hobi ini bisa disulap menjadi peluang bisnis menguntungkan dan mendatangkan pundi-pundi uang.

Kerajinan tangan dapat dijadikan hiasan di rumah, di kantor, bahkan dimanfaatkan untuk sesuatu hal yang berguna. Tak perlu harga mahal untuk membuat kerajinan tangan bernilai jual tinggi, tetapi unik dan apik agar menarik untuk dijual.

Tertarik bisnis kerajinan tangan? Berikut ide usaha kerajinan tangan yang cuan, seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Perabotan rumah tangga

Mulai dari meja, kursi, lemari, hingga kaca, semuanya dibutuhkan untuk menambah keindahan ruangan. Tanpa adanya perabot, rumah akan kelihatan kosong, yang membuat keindahannya berkurang.

Modal untuk bisnis kerajinan tangan perabotan memang besar karena harganya yang mahal. Tapi, kamu bisa menentukan jenis kayu atau rotan yang dijadikan sebagai bahan baku agar harganya lebih terjangkau untuk masyarakat.

2. Kotak dari kardus bekas

Punya kardus bekas yang tidak terpakai? Coba sulap kardus bekas menjadi salah satu kotak penyimpanan yang berguna, kemudian jual.

Untuk menambah harga jualnya, kamu bisa lukis atau warnai kotak dari kardus bekas dengan perpaduan yang pas. Pastikan setiap sudutnya sudah direkatkan dengan rapi, agar kotak dari kardus bekas awet dan tidak mudah rusak.

3. Keranjang belanja

Keranjang belanja menjadi salah satu bisnis kerajinan tangan menguntungkan berikutnya. Apalagi di toko ritel modern sudah tidak disediakan kantong plastik dalam upaya go green.

Belanja harus membawa keranjang belanja sendiri. Kamu dapat membuat atau menganyamnya dengan bahan baku bambu atau rotan yang memiliki daya tahan bagus. Keranjang bisa tahan lama. Target pasarnya adalah ibu-ibu atau kaum hawa.

4. Kain lap

Menggunakan tisu untuk membersihkan kompor, meja makan, piring, dan lainnya adalah tindakan pemborosan. Sebagai gantinya, kamu bisa membuat kain lap dari kain flanel atau kain perca.

Cukup banyak orang yang berhasil pada bisnis kerajinan tangan ini. Selain karena kebutuhan, harga kain lap cukup terjangkau, jadi bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

5. Vas bunga

Meskipun tidak semua orang menyukai bunga, tapi vas bunga menjadi perabotan yang laris manis di pasaran. Sebab, vas bunga kini sudah beralih fungsi menjadi barang yang memiliki nilai estetik.

Dapat dijadikan sebagai tempat alat tulis atau sebagai pajangan di sudut ruangan. Kamu dapat memanfaatkan karton atau botol plastik bekas untuk membuat vas bunga. Gunakan kreativitasmu untuk menciptakan satu vas bunga yang unik.

Baca Juga: Ingin Memulai Bisnis kopi? Pahami Dulu Cara Menghitung Target Penjualannya

6. Gantungan dinding

Hiasan di dinding bukan hanya berupa lukisan atau bingkai foto saja, tapi bisa juga gantungan yang terbuat dari batok kelapa. Kikis sabuk batok kelapa, lubangi bagian atas batok, lalu tambahkan tali berwarna cokelat agar warnanya selaras.

Batok kelapa yang selama ini dibuang sebaiknya dikumpulkan, lalu diolah menjadi gantungan dinding. Keuntungannya cukup lumayan kalau kamu bisa memproduksi puluhan gantungan dinding setiap harinya.

7. Kalung

Tidak butuh emas, intan, atau permata untuk membuat sebuah kalung yang memiliki nilai jual. Kamu dapat membuatnya sendiri dari tali sepatu.

Caranya sediakan tali sepatu yang baru, lalu siapkan pernak-pernik untuk membuat kalung. Sebut saja pernak-pernik keong dan batu permata plastik.

Masukkan pernak-pernik ini ke tali sepatu, selesai. Kamu bahkan tidak memerlukan pengait atau pengikat kalung karena bisa memanfaatkan ujung tali sepatu.

8. Tikar

Tikar di zaman sekarang tidak hanya difungsikan sebagai alas lantai, tapi sebagai hiasan di rumah. Eceng gondok menjadi salah satu bahan tikar yang cukup populer.

Bisa disulap menjadi barang seni bernilai ekonomis. Jika di daerah sekitar rumah terdapat tanaman eceng gondok, manfaatkan dengan baik. Olah menjadi tikar, dianyam, dan dijual dengan harga mulai dari ratusan ribu rupiah.

9. Tempat pensil

Selain kain, tempat pensil dapat dibuat dari sisa stik es krim. Membuatnya cukup dengan menempel setiap sudut stik es krim secara memanjang, lalu buatkan alas berbentuk persegi sebagai penyangga di bagian bawah.

Cukup sederhana, bukan? Kamu bisa menjualnya seharga lima ribu rupiah. Jika kamu bisa membuat tempat pensil dengan tutup, harganya pasti jauh lebih mahal.

10. Bunga plastik

Sedotan yang biasa digunakan untuk menyeruput minuman dapat dijadikan peluang bisnis kerajinan tangan. Caranya dengan melipat sedotan menyerupai bentuk bunga.

Menariknya lagi, kamu tidak perlu mewarnai bunga-bunga ini agar kelihatan bagus. Sebab, sedotan plastik sudah tersedia dalam berbagai warna. Tinggal bagaimana caramu memadukan warnanya, sehingga kelihatan lebih estetik.

Kuncinya Kreatif, Inovatif, dan Pemasaran Online

Dalam bisnis kerajinan tangan, kunci suksesnya adalah kamu harus kreatif dan inovatif sehingga dapat menciptakan karya bagus yang mempunyai nilai jual.

Untuk pemasaran bisnis kerajinan tangan, manfaatkan media sosial dan melalui e-commerce atau situs jual beli online agar lebih ampuh mencapai target sasaran.

Artikel ini merupakan hasil kerja sama antara Kompas.com dengan Cermati.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab sepenuhnya Cermati.com

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau