Membangun startup memiliki lebih risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan membangun usaha konvensional, karena startup pada umumnya menguji produk atau model bisnis baru yang belum pernah dikenal masyarakat sebelumnya.
Sedangkan membuka usaha memiliki risiko yang relatif lebih rendah karena menggunakan model bisnis yang umumnya sudah pernah terbukti. Singkatnya, pendiri usaha konvensional lebih fokus untuk mencocokkan, meningkatkan, atau menumbuhkan model bisnis di pasar yang sudah lebih mapan.
Pendanaan selalu menjadi perhatian karena dianggap sebagai fondasi penting untuk membangun dan mengembangkan bisnis.
Jika kamu menjadi pendiri usaha konvensional, kamu dapat menggunakan pinjaman perbankan maupun modal pribadi maupun bantuan dari orang terdekat, seperti tabungan pribadi, investasi dari pihak keluarga, dan teman.
Namun, jika kamu sebagai founder startup, kamu dapat mendapatkan pendanaan yang sangat berbeda dengan membuka usaha. Para founder dapat memperoleh pendanaan dari angel investors, perusahaan modal ventura, hingga sistem crowdfunding.
Untuk mendapat kepercayaan investor, founder startup harus menguasai kemampuan presentasi dan mengetahui dengan baik apa yang dicari investor.
Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!