Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Warga Binaan LP Perempuan di Malang Kebanjiran Pesanan Kue

Kompas.com, 20 April 2022, 11:08 WIB
Add on Google
Nugraha Perdana,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

MALANG, KOMPAS.com - Beberapa warga binaan di Lapas Perempuan Kelas IIA Malang terlihat lebih sibuk dari hari biasanya. Mereka sedang membuat aneka kue dan keripik pada bulan Ramadhan ini.

Ada yang sedang mengemas pizza gulung dan keripik singkong di ruangan yang berbeda. Beberapa hari yang lalu mereka mendapatkan pesanan sebanyak 50 pizza gulung untuk takjil. Setiap pizza gulung dihargai Rp 18.000.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas IIA Malang Tri Anna Aryati mengatakan biasanya mereka mendapatkan pesanan dari keluarga atau sesama warga binaan dan para petugas keamanan lapas.

Baca juga: 6 Tips Jualan Online saat Ramadan, Dijamin Luber Cuan

"Alhamdulillah kita banyak pesanan baik dari lingkungan luar maupun petugas lapas, biasanya Ramadhan ini pesanan kebanyakan kue kering untuk lebaran," katanya, Selasa (19/4/2022).

Aneka keripik yang diproduksi seperti singkong, pisang, tempe, menjes, sayur, bawang bombai dan lainnya. Kini dalam sehari warga binaan bisa membuat 100 bungkus keripik.

Setiap bungkus keripik harganya bermacam-macam, salah satunya untuk berat 150 gram yakni Rp 10.000.

Selain itu juga ada hampers berupa kue kering dengan harga Rp 160.000. Setiap hampers terdapat tiga macam kue yaitu nastar, palem dan permen yupi. Total pada bulan Ramadhan ini sebanyak 160 hampers tengah dikerjakan.

"Produksinya macam-macam sesuai pesanan yang ada, Alhamdulillah ada peningkatan, puasa ini tidak menghalangi warga binaan untuk bisa menghasilkan sesuatu," kata Tri Anna.

Setiap tahun ketika menjelang lebaran setidaknya terdapat peningkatan sekitar 20 persen untuk pesanan kue. Kue yang dijual juga dibantu oleh petugas lapas untuk dipromosikan melalui media sosial.

Mereka juga difasilitasi berbagai alat seperti penggorengan, oven dan lainnya.

Salah satu warga binaan, Christina Andriani (36) sudah empat tahun membuat kue di lapas itu. Awalnya ia mengikuti pelatihan terlebih dahulu sebelum terpilih untuk bisa bekerja.

"Pastinya senang bisa diajari membuat kue macam-macam, kan kalau diam saja di sini jenuh. Makanya kita harus bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin," katanya.

Warga binaan yang terjerat perkara narkoba itu setiap bulannya bisa mendapatkan premi atau upah sebesar Rp 400.000 sampai Rp 500.000.

Biasanya uang yang diterima dalam bentuk digital itu dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari selama di lapas.

Baca juga: Dari Silaturahmi Membawa Rezeki, Ini Kisah Pelaku UMKM Penjual Pempek Palembang...

"Dipakai untuk telepon atau video call ke keluarga itu kan juga ada biaya, jadi bisa buat kebutuhan di sini, preminya juga tidak menentu tergantung dari omzet atau keuntungan yang diterima setiap bulannya," katanya.

Di sisi lain, kehidupan warga binaan lapas juga dihabiskan dengan kegiatan keagamaan selama bulan Ramadhan.

Di antaranya seperti mengikuti kegiatan Pondok Pesantren mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB dengan mendengarkan ceramah atau bedah ayat suci Al Quran yang wajib diikuti oleh seluruh warga binaan beragama Islam.

Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan tadarus Al Quran setiap harinya hanya diikuti sekitar 61 warga binaan mulai pukul 10.00 hingga 14.00 WIB.

Selain itu pada malam hari juga terdapat kegiatan shalat tarawih berjamaah. Begitu juga setiap Kamis untuk shalat Dzuhur dan Ashar dilakukan secara berjamaah dengan petugas lapas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau