Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Festival Pecel Pincuk, Upaya Pemkot Madiun Promosikan Kuliner Daerah

Kompas.com, 12 Mei 2022, 08:00 WIB
Wahyu Adityo Prodjo

Editor

Salah satu pengunjung dari Kota Probolinggo, Retno Yulianingrum, mengaku tertarik datang dan mencicipi pecel khas Kota Madiun itu.

"Ke Kota Madiun niatnya mau silaturahmi dengan saudara. Lalu dapat info di grup keluarga kalau ada festival pecel pincuk, langsung kita ke sini. Saya suka sambal pecel yang dipadukan dengan nasi porang. Baru tahu itu dan rasanya enak," kata Retno.

Sekretaris Disbudparpora Kota Madiun Sri Marhaendra Datta menyatakan Festival Pecel Pincuk berhasil menjadi magnet wisatawan di Kota Madiun pada musim libur Lebaran tahun 2022.

Sajian pecel pincuk dari belasan pedagang UMKM tersebut selalu habis setiap harinya. Menariknya, kebanyakan pengunjung berasal dari luar kota yang sedang mudik di Kota Madiun dan sekitarnya.

"Kami targetkan setiap hari harus habis. Pecel yang tersisa akan dibeli panitia untuk dibagikan ke warga. Tetapi jumlahnya tidak banyak. Seperti kemarin, dari para pedagang hanya tinggal menyisakan sepuluh porsi," kata Sri Marhaendra Datta.

Marhaendra menyebutkan, lokasi festival pecel di Pahlawan Bisnis Center (PBC) selalu penuh pengunjung, baik pagi maupun malam.

Pihaknya bahkan sampai menambah karpet untuk tempat duduk pengunjung karena meja dan kursi yang disediakan panitia telah penuh.

Setidaknya, ada 12 meja dengan puluhan kursi yang disiapkan. Itu belum termasuk kursi taman yang juga dibawa ke lokasi.

"Kebanyakan dari daerah sekitar. Bahkan, kemarin ada teman saya dari Papua yang juga berkunjung. Kebetulan memang sedang mudik di Jawa Timur," katanya.

Dia menambahkan adanya hiburan musik mulai dari grup musik keroncong, jazz, angklung, dan lain sebagainya. yang setiap hari selalu berganti menambah daya tarik tersendiri. Pihak panitia dari Disbudparpora Kota Madiun juga menyediakan spot menarik di lokasi tersebut yang bisa dimanfaatkan pengujung untuk berswafoto.

Banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Kota Madiun selama libur Lebaran 2022, disambut hangat Wali Kota Maidi. Peningkatan tersebut dilihat dari indikator produksi sampah di Kota Madiun yang naik sekitar 30 persen dari biasanya 110 ton.

Hal tersebut bisa diartikan tingkat konsumsi masyarakat meningkat. Peningkatan volume sampah tersebut tentu dipengaruhi banyaknya wisatawan yang berkunjung.

"Orang datang itu kan tentunya belanja. Apa yang mereka beli ini sebagian pasti meninggalkan sampah," kata Maidi.

Indikator lainnya dilihat dari jumlah permintaan barang. Permintaan barang kebutuhan juga meningkat. Selain itu, kemacetan lalu lintas hingga keramaian di sejumlah titik destinasi wisata di Kota Madiun juga bisa menjadi indikator.

Pihaknya terus berupaya untuk menggelar agenda menarik di Kota Madiun yang bertujuan mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan dan juga perekonomian warga lokal. Tentu, kegiatan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, utamanya pemakaian masker yang benar dan penyediaan fasilitas pencuci tangan.

"Setelah ini kita gas (pacu) lagi. Kota ini ladangnya di jasa dan perdagangan. Karenanya, kita harus menarik dulu agar orang datang," kata Maidi.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

Halaman:

Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau