Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cek 5 Tanda Kamu Sudah Siap Buka Usaha

Kompas.com - 22/05/2022, 12:11 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Membuka usaha adalah salah satu impian banyak orang. Mungkin termasuk kamu salah satunya. Dengan berbisnis, kamu bukan hanya dapat menghasilkan lebih banyak uang, tetapi juga bisa menciptakan lapangan kerja.

Menjalankan bisnis membuat kamu akan lebih leluasa mengerahkan semua kemampuan yang dimiliki. Memulai bisnis sesuai rencanamu. Namun sebelum melakukannya, tanyakan kepada dirimu, apakah kamu sudah benar-benar siap memiliki usaha dan menjalankannya?

Bisnis tidak selamanya manis. Untung terus dan mulus jalannya. Dalam perjalanannya, bisnis dapat mengalami jatuh, surut, dan gagal. Hanya orang-orang bermental baja yang bakal mengecap kesuksesan dalam berbisnis.

Sebenarnya ada beberapa tanda yang bisa kamu kenali untuk mencari jawaban pertanyaan di atas. Apa saja? Berikut ulasannya, seperti dikutip dari Cermati.com.

Kamu bukan orang yang egois

Egois adalah sikap yang lebih mementingkan diri sendiri. Tidak peduli dengan pendapat, perasaan, ide orang lain. Menganggap bahwa pemikiran sendiri yang paling benar.

Jika kamu bukan orang yang seperti itu, berarti kamu sudah layak menjadi pengusaha. Sebab, seorang pengusaha tidak boleh hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga orang lain.

Contohnya, bisnis yang dijalankan tidak hanya mencari keuntungan semata, namun dapat memberi manfaat pula untuk masyarakat, bangsa dan negara, bahkan lingkungan. Itulah pengusaha yang tidak egois.

Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial. Tidak dapat hidup sendiri. Pun ketika menjalankan bisnis.

Kamu mungkin membutuhkan kerja sama, saran, masukan, atau pendapat dari orang lain yang belum tentu terpikirkan olehmu untuk kemajuan bisnis. Bisnis yang dibangun dengan ego sendiri pasti akan hancur.

Selalu bersemangat merealisasikan rencana bisnis

Kamu memiliki rencana bisnis yang matang dan kamu bersemangat mewujudkannya. Semangat ini yang mendorongmu untuk merealisasikan rencana tersebut.

Mulai dari mencari modal usaha, melakukan riset pasar, menghitung kebutuhan bujet, mempersiapkan bahan baku dan peralatan, mencari lokasi yang strategis, meningkatkan keahlian untuk mendukung usahamu, sampai antisipasi dari berbagai risiko yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Dengan demikian, kamu akan totalitas tanpa batas ketika sudah nyemplung dalam bisnis. Mengerahkan seluruh kreativitas dan kemampuan untuk menjalankan bisnis tersebut.

Tahu cara menjual produk

Tanda lain kamu siap buka usaha adalah tahu bagaimana caranya menjual produk. Bukan hanya dapat menciptakan produk yang dibutuhkan masyarakat, tetapi juga paham cara menjual produk ke konsumen.

Apakah itu melalui offline, online dengan platform media sosial, menggandeng influencer, maupun pemasaran konten atau content marketing yang merupakan kegiatan promosi produk atau bisnis melalui konten teks sehingga mampu menarik pelanggan yang menjadi target pasar kamu.

Dalam penggunaannya, tentu saja kamu perlu menyesuaikan sistem pemasaran dengan jenis bisnis atau produk yang dijual. Pemasaran bukan hanya sekedar menjual, namun kamu juga harus mampu meyakinkan calon konsumen untuk melakukan pembelian.

Baca Juga: 6 Peluang Usaha Menguntungkan untuk Pasutri Baru

Memiliki keuangan yang sehat

Memulai bisnis butuh modal. Kamu harus menyiapkan modal berupa uang dalam jumlah yang tepat. Baik untuk persiapan membuka usaha, biaya operasional harian, hingga dana darurat atau dana cadangan untuk berjaga-jaga apabila bisnis tak sesuai harapan.

Dalam hal ini, kamu perlu memperhitungkannya dengan matang sebelum terjun. Pastikan bahwa keuangan tersebut dalam keadaan sehat. Artinya, kamu tidak memiliki utang yang akan membebani keuangan bisnismu ke depan, atau kalaupun punya kewajiban, porsinya harus terukur dan sesuai kemampuan bayar.

Sebab, saat memulai bisnis, sebaiknya tidak berharap untung besar di tahun pertama. Modal tidak habis atau rugi saja sudah bersyukur. Karena yang namanya bisnis pasti ada proses, mungkin kamu baru akan menikmati keuntungan di tahun ketiga, keempat, atau bahkan kelima.

Berani mengambil risiko dan menghadapi tantangan

Pengusaha harus memiliki sifat dan sikap berani. Dalam hal ini berani mengambil risiko dan menghadapi berbagai tantangan yang menghadang.

Bisnis penuh dengan risiko. Jika hanya ingin berada di zona nyaman, takut rugi, tidak suka tantangan, itu tandanya kamu belum siap menjadi pengusaha.

Pengusaha-pengusaha sukses sudah membuktikannya. Mereka berani melangkah mengambil risiko untuk mencapai keberhasilan. Termasuk menekel semua tantangan di depan mata. Kalau jatuh, bangun lagi. Tidak mudah menyerah dan berputus asa.

Kamu Memiliki Tanda di Atas?

Jika kamu termasuk orang yang sudah memiliki tanda-tanda di atas, jangan tunda lagi untuk memulai bisnis. Kamu sudah punya bekal menjadi pengusaha. Tinggal dibarengi dengan usaha, doa, ketekunan, serta kegigihan. Maka, percayalah kamu akan meraih kesuksesan besar.

 

Artikel ini merupakan hasil kerjasama antara Kompas.com dan Cermati.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab sepenuhnya Cermati.com

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau