Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Satu Syarat Penting Pinjam Uang ke Bank untuk Modal Usaha

Kompas.com - 19/06/2022, 12:06 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Mengajukan pinjaman merupakan salah satu solusi pengusaha ketika membutuhkan uang untuk kebutuhan bisnis. Mulai dari mengembangkan usaha, membayar utang, modal kerja, dan sebagainya.

Pinjaman biasanya menjadi jalan terakhir yang ditempuh saat tidak memiliki kas ataupun dana darurat memadai. Jumlah yang diperlukan pun terbilang cukup besar, mulai dari puluhan juta hingga miliaran rupiah.

Untuk kebutuhan pinjaman dengan nilai sebesar itu, kamu dapat memanfaatkan pinjaman beragun, seperti Kredit Multiguna (KMG) yang ditawarkan perbankan maupun pinjaman dari perusahaan atau lembaga pembiayaan.

Tentu saja, mengajukan pinjaman tersebut memerlukan jaminan atau agunan berupa aset dan barang berharga sebagai salah satu syarat utama.

Buat kamu pengusaha pemula atau yang baru pertama kali ingin mengajukan pinjaman untuk kepentingan bisnis, berikut jenis agunan yang bisa menjadi jalan keluar mengatasi kesulitan keuangan, seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Properti

Ada banyak jenis properti yang bisa diagunkan di Indonesia, seperti properti, berupa tanah dan bangunan yang memiliki bukti hak kepemilikan. Bangunan di sini maksudnya adalah rumah, ruko, gudang, maupun gedung yang dilengkapi dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Saat pengajuan pinjaman, kamu cukup menyerahkan sertifikat tanah atau bangunan untuk dijadikan jaminan kepada pihak bank atau perusahaan pembiayaan, rumah, ruko, gudang, bahkan gedung untuk ditawarkan kepada pihak bank.

Contoh, kamu mengajukan KMG Rp 750 juta dengan menjaminkan rumah. Namun ternyata ketika di survei bank, kondisi rumah sudah tidak layak huni dan berada di gang sempit, sehingga tidak bisa diakses oleh kendaraan.

Maka, nilai taksir rumah kamu akan turun. Misal dari semula kamu beli Rp 400 juta, appraisal bank hanya Rp 300 juta. Oleh karenanya, kamu harus mampu meyakinkan kreditur bahwa properti yang ingin dijaminkan tersebut memang bagus.

Untuk rumah, rata-rata plafon kredit yang ditawarkan sekitar Rp 100 juta sampai di atas Rp 2 miliar dengan tenor bervariasi mulai dari dua sampai 10 tahun.

2. Mobil dan kendaraan lain

Di Indonesia, kendaraan sudah sangat umum dijadikan agunan pengajuan kredit. Biasanya, kendaraan yang sering menjadi jaminan adalah motor, mobil, truk, dan lainnya. Khusus untuk mobil, nilai taksir tertinggi yang ditawarkan rata-rata Rp 100 juta dengan tenor maksimal lima tahun.

Jarang ada yang melebihi angka tersebut, kecuali mobil debitur memiliki harga yang sangat mahal. Mobil sebenarnya bukan termasuk barang investasi, karena mobil mengalami penyusutan nilai dari tahun ke tahun.

Untuk persyaratan pengajuan kredit dengan agunan mobil atau kendaraan, bank akan meminta jaminan BPKB asli, STNK, dan kunci kendaraan. Selain itu, mobil yang bisa diagunkan biasanya berusia tidak lebih dari 10 tahun.

Baca Juga: Bunga Pinjaman Online Terbaru dan Cara Menghitungnya

3. Emas atau logam mulia

Logam mulia, terutama emas merupakan salah satu jenis agunan kredit yang paling sering dijaminkan. Masyarakat memberikan agunan emas bukan hanya di perusahaan gadai milik BUMN saja.

Tetapi juga di beberapa bank syariah yang menerima jaminan tersebut dalam pengajuan pinjaman.

Itu karena aset ini hanya dapat diterima di bank syariah. Sedangkan di bank konvensional tidak diizinkan Bank Indonesia (BI). Nilai taksiran emas sebagai jaminan ditawarkan proporsional. Umumnya, sekitar 80 sampai 95 persen dari rata-rata harga jual emas.

Bagi kamu yang mengoleksi emas perhiasan mahal dengan desain unik atau langka, mungkin akan sedikit kecewa bila menjadikan aset tersebut sebagai jaminan pinjaman. Kenapa? Karena tetap saja, bank syariah atau lembaga pembiayaan akan menaksir berat emas perhiasan saja tanpa memperhitungkan desain dan keunikannya.

3. Hasil ternak dan kebun

Yang boleh menjaminkan hasil ternak dan kebun saat pengajuan pinjaman ini hanyalah peternak atau petani saja. Makanya, suku bunga yang ditawarkan untuk calon debitur tersebut sangat kompetitif.

Untuk perkebunan, bank sering menerima hasil kebun kopi. Namun hanya kopi berkualitas tinggi yang dapat menjadi agunan pinjaman, seperti jenis Arabika Gayo. Sementara untuk ternak, biasanya yang kerap kali dijaminkan adalah hewan ternak, seperti sapi.

Yang diterima bank hanya sapi betina produktif. Tetapi ada pula yang menerima sapi hamil dan sapi siap hamil. Umumnya para debitur yang rata-rata peternak mencari pinjaman ini untuk memperoleh Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS).

Ajukan Pinjaman dengan Agunan sesuai Kebutuhan

Sudah dicek, kamu punya aset atau barang berharga apa saja yang bisa dijadikan agunan? Mengajukan pinjaman dengan jaminan sebetulnya bukan masalah jika dananya akan digunakan untuk sesuatu yang produktif, seperti bisnis atau usaha.

Namun pastikan memilih pinjaman dengan tepat dan sesuai kebutuhan, sehingga kamu dapat membayar cicilannya tepat waktu dan terhindar dari gagal bayar yang menyebabkan jaminan barang berhargamu disita bank atau lembaga pembiayaan.

 

Artikel ini merupakan hasil kerjasama antara Kompas.com dengan Cermati.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab sepenuhnya Cermati.com

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau