Tak Perlu Ngegas Naikkan Harga, Ini Jurus Hadapi Bahan Baku Meroket

Kompas.com - 02/07/2022, 09:00 WIB

KOMPAS.com - Pelaku usaha saat ini dibuat pusing dengan kenaikan harga bahan baku, seperti harga energi, bahan pangan, komoditas, dan sebagainya. Kalau sudah begini, konsumen pun ikut teriak karena kesulitan memenuhi kebutuhannya.

Sebagai pelaku usaha jangan cepat putus asa. Langsung mengatrol harga jual, yang sebenarnya masih bisa diakali dengan cara lain. Cara yang tidak membuat konsumen atau pelanggan kabur, namun juga bisnis tetap berjalan dan tak gulung tikar.

Berikut strategi yang bisa dilakukan pengusaha ketika harga bahan baku naik, seperti dikutip dari Cermati.com.

• Cari pemasok bahan baku lain

Langkah pertama adalah dengan mencari pemasok atau supplier bahan baku lain. Tentunya yang mampu memberikan harga lebih murah ketimbang supplier biasanya. Misalnya kamu usaha warteg, berarti cari pedagang sayur mayur, ikan, daging, ayam, serta bumbu dapur yang menawarkan harga miring, sehingga dapat menekan biaya produksi.

Pastikan pemasok baru ini terpercaya, amanah, dan menjual bahan baku berkualitas. Jadi, kamu tetap bisa menjual makanan enak dari bahan baku yang segar, tetapi dengan harga yang sama dengan sebelumnya.

• Substitusi bahan baku

Cara lain untuk menyiasati kenaikan harga bahan baku, yaitu dengan mengganti bahan baku sebelumnya dengan barang yang sama atau tidak jauh beda, namun harga lebih bersahabat. Ini yang dinamakan efisiensi atau melakukan penghematan.

Sebagai contoh, tadinya menggunakan gula pasir bermerek seharga Rp 15.000 per kilogram (kg). Kamu bisa menggantinya dengan gula pasir curah yang harganya Rp 13.000 per kg. Atau minyak goreng kemasan bermerek Rp 24.000 per kg, menjadi minyak goreng curah Rp 14.000 per Kg.

Fungsinya tetap sama untuk memberi rasa manis dan menggoreng. Yang membedakan hanya merek saja. Jika dalam sehari jualan gorengan misal, kamu biasa menggunakan empat kilo minyak goreng, dengan minyak goreng polos kamu bisa menghemat Rp 40.000.

• Perkecil ukuran produk

Selain kedua strategi di atas, kamu juga dapat menggunakan cara memperkecil ukuran produk. Umumnya, perkecil ukuran menjadi strategi yang dipilih pelaku usaha dibanding menaikkan harga jual. Konsumen pun tidak terlalu memperhatikan hal ini, ketimbang harga jual naik karena pastinya keuangan mereka bakal lebih terdampak.

Misalnya jualan gorengan. Bakwan, tahu, pisang, dan aneka gorengan lain dipotong lebih kecil ukurannya. Atau buka warung nasi, yang sebelumnya Rp 10.000 bisa dapat dua macam lauk porsi agak banyak, kini lebih sedikit karena dikurangi jumlahnya.

Baca Juga: Penjual Cerdas, Begini Cara Tentukan Harga Jual Produk di E-Commerce Biar Untung

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.