Tergiur Bisnis Konsultasi Keuangan? Ikuti 4 Langkah Mudah Ini

Kompas.com - 29/07/2022, 17:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Berbicara tentang bisnis, pastilah semua bisnis membutuhkan uang sebagai modal. Bisnis kuliner dan sewa-menyewa properti mungkin sudah biasa. Pernahkah terlintas di pikiranmu untuk membuka bisnis konsultasi keuangan?

Membuka bisnis konsultasi keuangan mewajibkanmu untuk memiliki pengetahuan dasar tentang ilmu akuntansi. Jika kamu adalah salah satu lulusan Akuntansi, coba perhatikan tips memulai bisnis konsultasi keuangan di bawah ini.

Siapa tahu saja kamu tertarik untuk mencobanya. Untuk informasi tentang konsultasi keuangan lebih luas lagi bisa disimak di Cermati.com.

Baca juga: Kenali lebih dekat apa itu manajer investasi dan tips memilihnya

1. Survei Klien

Kamu harus mencari tahu siapa saja yang membutuhkan jasamu agar bisnis yang hendak kamu lakukan berjalan lancar. Perusahaan besar memang sudah pasti bisa menjadi klienmu.

Selain perusahaan, siapakah yang dapat kamu jadikan target? Pedagang grosiran atau pengusaha kafe menjadi sasaran empuk. Kebanyakan dari mereka malah tidak memiliki laporan keuangan, sehingga sering kali kesulitan untuk meminjam uang dalam jumlah besar kepada Bank.

Berdasarkan kasus di atas, di sinilah jasamu sangat dibutuhkan. Kamu bisa menawarkan bantuan kepada mereka untuk membuat laporan keuangan, laporan penyesuaian, laporan laba rugi, laporan cash flow, termasuk pembayaran pajak.

Kamu juga bisa memperbaiki laporan keuangan yang sudah ada sebelumnya. Selain untuk mendapatkan penghasilan, kamu juga sangat berjasa karena telah memudahkan mereka meminjam uang kepada bank, sehingga mereka tak perlu hanya berharap pada rentenir saja.

2. Briefing dan Edukasi

Setelah berhasil mengumpulkan klien, kamu bisa melakukan briefing untuk menentukan tanggal untuk edukasi. Meskipun klien yang kamu dapatkan sedikit, tetaplah bersemangat untuk mengajari mereka.

Ajarkan mereka pengetahuan dasar mengenai pencatatan pemasukan, pengeluaran, pinjaman, retur, dan membuat jurnal. Mungkin klien akan sedikit sulit untuk memahaminya, sehingga kamu harus ekstra sabar untuk menjawab semua pertanyaan mereka.

Selain klien memahami pengetahuan dasar, barulah kamu boleh mengajarkan tentang pos buku besar secara detail. Hal ini sangat berguna agar klien mengerti berapa besarnya pajak yang harus mereka bayarkan setiap bulannya.

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.