Ema Satriani, Menyulap Limbah Pipa Bekas Jadi Barang Bernilai Ekonomi

Kompas.com - 14/09/2022, 16:05 WIB

KOMPAS.com - Sejak pandemi Covid-19 merebak dan diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Indonesia pada awal 2020 lalu, Ema Satriani (50) melihat hal tersebut sebagai kesempatan untuk menyalurkan ide kreatifnya di tengah keterbatasan mobilitas.

Ide tersebut terbesit saat ia melihat tumpukan limbah material yang mayoritas merupakan pipa paralon tak terpakai. Jiwa wirausahanya pun muncul, ia bertekad untuk memberikan nilai lebih agar limbah tersebut menjadi barang yang berguna.

“Kebetulan di sebelah rumah ada bahan material pipa paralon bekas, kita olah jadi pertama gantungan kunci. Saat itu kita berdayakan anak-anak yang lagi sekolah daring,” kata Ema, Selasa (13/9/2022).

Baca juga: Ingin Usahamu Cepat Berkembang? Simak Tips dari Sandiaga Uno Ini

Produk pertama dari MApril Craft yang dihasilkan saat itu adalah gantungan kunci, ia memberdayakan anak-anak di lingkungannya untuk membantu sekaligus diberi upah.

Di titik ini, Ema sadar bahwa usaha asal Medan ini bisa dikembangkan dan memberikan dampak positif ekonomi bagi masyarakat sekitarnya. Seiring berjalannya waktu, Ema mulai memproduksi barang lain seperti celengan dan kotak tisu.

“Awalnya dari gantungan kunci, kedua celengan, dan ketiga itu kita buat kotak tissue. Kalau yang paling laku itu celengan sama kotak tisu,” ungkapnya.

Produk-produk MApril Craft yang dibuat handmade menggunakan alat-alat sederhana dan tekstur bakar yang unik ini menjadi daya tarik tersendiri. Untuk memperoleh pipa bekasnya, Ema membeli dari para pengepul dengan harga Rp 10.000 per kilonya.

Selain itu, produk dari pipa bekas secara tidak langsung mampu membantu mengurai sampah. Mengingat data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebanyak 44,13% sampah di Indonesia masih tersisa karena belum dikelola.

Pameran UMKM Bantu Dongkrak Usahanya

Sebagai salah satu UMKM kerajinan tangan, MApril Craft sangat merasakan manfaat dari berbagai pameran-pameran yang diikuti dalam membantu produknya agar dikenali masyarakat luas.

Menurut Ema, selain upaya pemasaran konvensional yang gencar ia lakukan kepada relasi dan media sosialnya, pameran UMKM juga menjadi salah satu kesempatan agar MApril Craft dapat menjangkau pasar yang lebih luas lagi.

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Arabia Group Gandeng Sejumlah Pengusaha untuk Pasarkan Kopi Gayo

Arabia Group Gandeng Sejumlah Pengusaha untuk Pasarkan Kopi Gayo

Training
3 Tips Penting untuk Usaha Online agar Terhindar dari Konsumen Nakal

3 Tips Penting untuk Usaha Online agar Terhindar dari Konsumen Nakal

Training
Berkat Jojong, Mama Neli Berhasil Kembangkan Usaha Makanan Tradisional Manggarai Timur

Berkat Jojong, Mama Neli Berhasil Kembangkan Usaha Makanan Tradisional Manggarai Timur

Training
4 Alasan Warteg jadi Bisnis yang Punya Peluang Untung Besar

4 Alasan Warteg jadi Bisnis yang Punya Peluang Untung Besar

Program
Perhatikan Hal-Hal Berikut Sebelum Menggunakan Pinjol untuk Bisnismu

Perhatikan Hal-Hal Berikut Sebelum Menggunakan Pinjol untuk Bisnismu

Training
Ini 'Social Commerce' yang Bisa Dimanfaatkan UMKM untuk Berjualan

Ini "Social Commerce" yang Bisa Dimanfaatkan UMKM untuk Berjualan

Training
Kisah Mak Upit, Rintis Bisnis Buah Kering saat Pandemi hingga Beromzet Rp20 Juta

Kisah Mak Upit, Rintis Bisnis Buah Kering saat Pandemi hingga Beromzet Rp20 Juta

Jagoan Lokal
Sandiaga Uno: UMKM adalah Obat Mujarab dalam Menghadapi Resesi

Sandiaga Uno: UMKM adalah Obat Mujarab dalam Menghadapi Resesi

Program
Petani Kopi Terancam Rugi Finansial Gara-gara Cuaca, Ini Cara Zurich Syariah Beri Perlindungan

Petani Kopi Terancam Rugi Finansial Gara-gara Cuaca, Ini Cara Zurich Syariah Beri Perlindungan

Training
Cara Bikin Video Promosi Masuk FYP TikTok

Cara Bikin Video Promosi Masuk FYP TikTok

Training
Bantu UMKM Melapak, Pemkab Purworejo Luncurkan Larisi Purworejo

Bantu UMKM Melapak, Pemkab Purworejo Luncurkan Larisi Purworejo

Program
Kisah UMKM Rana Tonjong, Eksis Produksi Kain Songke Manggarai Timur

Kisah UMKM Rana Tonjong, Eksis Produksi Kain Songke Manggarai Timur

Jagoan Lokal
Mengintip Strategi Sentra Kerajinan di Manggarai Timur Angkat Produk Lokal

Mengintip Strategi Sentra Kerajinan di Manggarai Timur Angkat Produk Lokal

Jagoan Lokal
Siap Produksi, KemenKopUKM Terima Dokumen SNI 098:2022 Minyak Makan Merah dari BSN

Siap Produksi, KemenKopUKM Terima Dokumen SNI 098:2022 Minyak Makan Merah dari BSN

Training
Tertarik Jadi Florist dan Berbisnis Toko Bunga? Simak Tips Berikut

Tertarik Jadi Florist dan Berbisnis Toko Bunga? Simak Tips Berikut

Training
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.