Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Alasan Pegawai Kantoran Perlu Punya Usaha Sampingan

Kompas.com, 20 September 2022, 07:00 WIB
Wahyu Adityo Prodjo

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Usaha sampingan penting bagi pegawai kantoran terutama yang bergaji kecil. Menjadi lebih penting apabila pegawai kantoran tersebut punya banyak waktu luang.

Padahal, jika pegawai kantoran bisa lebih jeli dan pintar mengelola waktu, usaha sampingan bisa menjadi peluang tersendiri. Peluang tersebut nantinya bisa menjadi tambahan penghasilan. 

Nah, usaha sampingan ini menarik untuk dicoba. Namun, mengapa pegawai kantoran perlu punya usaha sampingan?

Berikut sejumlah alasan utama pegawai kantoran perlu usaha sampingan seperti dirangkum dari Cermati.com.

1. Berawal dari Ide Bagus dan Kemampuan Unik

Sejumlah perusahaan besar yang terkenal di dunia berawal dari sebuah usaha sampingan. Suksesnya usaha sampingan tersebut berawal dari ide baagus, kemampuan, dan keterampilan dalam menjalankan ide tersebut.

Jika ide bisnis Anda unik dan tak ada orang lain yang punya, maka peluang sukses akan terbuka lebar. Langkah selanjutnya cukup merancang strategi untuk mengeksekusi ide tersebut menjadi kenyataan.

2. Peluang Pasar Masih Terbuka Luas

Jangan pernah bingung untuk membuka usaha sampingan. Terlebih lagi jika punya jiwa kreatif yang bisa menjadikan peluang bisnis jadi usaha sampingan.

Jangan lupa pastikan setiap usaha sampingan yang dijalankan punya konsumen tersendiri. Lakukan perencanaan yang matang dengan mempertimbangkan besarnya kompetisi bisnis ke depannya.

Cobalah lakukan survei kecil-kecilan tentang opini masyarakat, atau dari orang-orang terdekat terhadap ide produkmu.

3. Perlu Uang Tambahan

Alasan yang lain yang kerap muncul saat membuka usaha sampingan adalah gaji pas-pasan tetapi punya banyak waktu luang. Kini, tren usaha sampingan bagi pegawai kantoran terus berkembang.

Punya usaha sampingan tentunya bisa bisa menambah pundi-pundi rezeki untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup. Selain itu, hasil usaha sampingan juga digunakan untuk tabungan masa depan Anda dan keluarga.

4. Persiapan Pensiun

Masa pensiun adalah hal yang perlu disiapkan bagi pegawai kantoran khususnya di sektor swasta. Punya usaha sampingan nantinya bisa membantu para karyawan swasta menghadapi masa pensiun.

Usaha sampingan tersebut bisa dijadikan sebagai penyambung hidup atau hanya sekadar mengisi aktivitas masa tua.

5. Aktualisasi Diri

Karir pekerjaan yang mentok atau pekerjaan yang dijalani sudah tak sesuai passion bisa dimanfaatkan jadi momentum memulai usaha sampingan. Usaha sampingan bisa dijadikan tempat belajar mengasah kemampuan wirausaha yang tentu tak didapatkan saat menjadi pegawai kantoran.

Proses ini dinamakan aktualisasi diri. Jangan takut untuk gagal karena kegagalan adalah awal dari keberhasilan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau