Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Siti Sulastri Perkenalkan Produk Olahan Rempah Ternate hingga Luar Daerah

Kompas.com - 14/11/2022, 20:40 WIB
Gabriela Angelica,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Berawal dari bisnis kecil, usaha Siti Sulastri dengan brand Tanawan perlahan-lahan mulai melayani pembeli dari luar daerah.

Setia mengusung produk-produk berbahan baku rempah, Siti Sulastri berhasil menggaet pembeli di luar daerah dengan menggunakan platform e-commerce.

Adapun produk-produk yang dibuat di antaranya makanan dan minuman olahan rempah, seperti air goraka instan, sirup pala, snack pala, hingga olahan ikan tuna.

Baca juga: Siti Sulastri Bangkitkan Pamor Rempah Maluku melalui Brand Tanawan

"Kami sudah menggunakan beberapa aplikasi seperti Instagram, Shopee, WhatsApp, dan lainnya juga ada," ujar Siti dalam kesempatan wawancaranya bersama Kompas.com, Jumat (11/11/2022).

Ia mengungkapkan dari keberhasilan memanfaatkan platform digital tersebut, dia mendapat penghargaan oleh Kementerian Desa terkait pemasaran digital.

Ekspor dan Pemasaran Produk ke Luar Pulau

Siti mengakui bahwa Tanawan memang belum melakukan ekspor ke luar negeri. Namun, bukan berarti ia tidak memiliki rencana dan harapan untuk hal tersebut.

"Tentu ada harapan kami untuk bisa ekspor, supaya produk kita, terutama produk rempah khas Maluku Utara bisa dikenal. Walaupun tidak seluruh dunia, tapi setidaknya ada beberapa negara yang bisa mengenal," ujar Siti.

Hanya saja, untuk pasar dalam negeri, Tanawan sudah berhasil mendistribusikan produknya hampir ke seluruh Indonesia sejak 2014.

"Walaupun belum seluruhnya, tapi hampir lah. Bahkan pemesanan dari Papua, Makassar, Kalimantan, itu juga ada," jelas Siti.

Untuk pengiriman ke luar negeri memang sudah ada, tapi sistemnya memang belum ekspor produk secara besar melainkan berupa titipan.

Baca juga: Dukung UMKM Go Internasional, BNI Optimalkan Momentum G20

"Biasanya mereka akan memesan lewat temannya yang ada di Jakarta misalnya, lalu kita kirimkan ke Jakarta untuk kemudian dikirimkan lagi ke luar negeri," ungkap Siti.

Siti menyampaikan bahwa kalau ditanya terkait kelebihan produk Tanawan, menurutnya ada dari sisi kualitas dan juga resep.

"Kita mengedepankan kualitasnya ya, terutama dari bahan bakunya itu beda. Misalnya juga dari cara pengolahannya, seperti produk air goraka instan, kalau yang lain mungkin hanya dicampur, sedangkan kami itu mengambil sari jahe merahnya sebelum diolah," tutur Siti.

Bahan baku rempah yang dicari benar-benar yang berkualitas bagus dan merupakan pilihan terbaik. Selain itu, memang produk-produknya bisa saja memiliki pesaing, tapi Siti mengatakan bahwa resep yang digunakan tentu berbeda-beda.

Siti cukup percaya diri dengan resep produknya, terbukti dari testimoni konsumen yang banyak kembali membeli produk Tanawan dan memberikan feedback positif.

Tantangan Produksi

Saat awal merintis usaha Tanawan ini, Siti mengungkapkan tentu terdapat beberapa kendala yang dihadapinya, seperti dalam hal pencarian bahan baku.

Cuaca yang tidak menentu terkadang akan berpengaruh terhadap kualitas dan masa panen dari bahan rempah yang akan digunakannya. Otomatis hal tersebut berpengaruh terhadap kegiatan produksinya.

Selain itu, terkait pengemasan, Siti juga menyampaikan bahwa proses pembuatan kemasan produknya memang masih dilakukan sebagian besar di pulau Jawa.

"Soalnya kalau di Maluku Utara, di Kota Ternate ini produksi kemasan tidak bisa dilakukan dengan skala besar, jadi untuk pemesanan kemasannya harus dari Jawa," ujar Siti.

Baca juga: Sekolah Kopi TPL Bantu Perbaiki Kesejahteraan Petani di Kawasan Danau Toba

Siti membagikan sedikit cerita tantangan lain yang pernah dihadapinya, yaitu saat konsumen membatalkan pesanan. Namun, baginya itu adalah bagian dari proses yang harus diterimanya.

"Terkadang ada konsumen yang pesan, sudah mau dikemas atau dikirim, tapi mereka batalkan itu juga ada. Tapi kita terima saja kondisi seperti itu," tambah Siti dengan senyumannya.

Sosok Siti yang merupakan seorang single parent seharusnya dapat menjadi inspirasi bagi kita, utamanya kaum ibu yang ingin merintis usaha secara mandiri.

Menurut Siti, kita tidak boleh malas atau takut untuk memulai sebuah usaha. Apalagi, untuk para perempuan lain yang ingin merintis usaha kecil, jangan takut dan mulai semuanya dengan sebuah niat.

"Bagi perempuan-perempuan lain jangan pernah malas atau pun. Kita harus tetap semangat. Walaupun kita perempuan, tapi kita bisa. Apa pun yang kita lakukan dengan niat, pasti bisa. Jangan pernah menyerah," pungkas Siti.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau