"Jadi inilah yang kami terapkan untuk awal memulai usaha. Setidaknya, agar dapat dikenal terlebih dahulu," tambah Ester.
Bagi Ester, mengenalkan usaha mereka adalah hal utama yang penting. Ia beranggapan bahwa jika sudah mulai dikenal, pasar akan terbangun dengan sendirinya di kemudian hari.
Misalnya, setelah komunitas mereka mulai berjalan dengan baik dan terstruktur, mereka mulai mendapatkan tawaran kerja sama, salah satunya bersama Torajamelo.
"Kerja sama tersebut semakin membantu komunitas tenun Manggarai dalam mendapatkan pelatihan dan pengetahuan tenun. Bahkan, pada akhirnya produk kami bisa dipasarkan secara lebih luas, termasuk di Jakarta," tutur Ester.
Menurut Ester, kelompok penenun memang perlu digerakkan agar dapat mengangkat perekonomian masyarakat daerahnya, serta membantu kelompok yang membutuhkan, misalnya anak-anak yang masih sekolah.
Baca juga: Tenun Kamohu, Kain Tradisi Buton Tengah yang Menjadi Warisan Leluhur
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.