"Jadi inilah yang kami terapkan untuk awal memulai usaha. Setidaknya, agar dapat dikenal terlebih dahulu," tambah Ester.
Bagi Ester, mengenalkan usaha mereka adalah hal utama yang penting. Ia beranggapan bahwa jika sudah mulai dikenal, pasar akan terbangun dengan sendirinya di kemudian hari.
Misalnya, setelah komunitas mereka mulai berjalan dengan baik dan terstruktur, mereka mulai mendapatkan tawaran kerja sama, salah satunya bersama Torajamelo.
"Kerja sama tersebut semakin membantu komunitas tenun Manggarai dalam mendapatkan pelatihan dan pengetahuan tenun. Bahkan, pada akhirnya produk kami bisa dipasarkan secara lebih luas, termasuk di Jakarta," tutur Ester.
Menurut Ester, kelompok penenun memang perlu digerakkan agar dapat mengangkat perekonomian masyarakat daerahnya, serta membantu kelompok yang membutuhkan, misalnya anak-anak yang masih sekolah.
Baca juga: Tenun Kamohu, Kain Tradisi Buton Tengah yang Menjadi Warisan Leluhur
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang