Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ketahui 4 Sumber Masalah yang Rentan Muncul Saat Membangun Bisnis

Kompas.com - 03/03/2023, 21:16 WIB
Bestari Kumala Dewi

Penulis

Sumber BDC

KOMPAS.com - Banyak orang ingin membangun bisnis, karena beranggapan bahwa hal tersebut mudah dilakukan. Faktanya, banyak tantangan yang harus dihadapi saat membangun sebuah bisnis.

Bahkan, ketika produk Anda disukai oleh pasar dan selalu laris terjual, tak menjamin bisnis Anda bebas dari masalah.

Setiap bisnis itu unik dan memiliki risikonya masing-masing. Itulah mengapa, ada titik-titik masalah potensial yang harus diwaspadai oleh setiap pengusaha.

Baca juga: 5 Ketakutan Membangun Bisnis yang Sering Jadi Penghalang

Karena itu, penting untuk mengetahui masalah apa saja yang rentan muncul dalam bisnis dan merencanakan strategi menghadapi ancaman sebelum menjadi tidak terkendali.

4 Sumber masalah bisnis

Berikut adalah empat sumber masalah yang berisiko muncul saat membangun bisnis dan harus segera diatasi.

1. Penetapan harga yang tidak sesuai

Apakah harga yang Anda tetapkan untuk produk menutupi biaya operasional? Sayangnya, banyak pengusaha tidak mengetahui hal ini secara pasti.

Umumnya usaha kecil dan menengah menetapkan harga produk atau layanan, menyesuaikan dengan harga para pesaing. Tapi sebenarnya itu bukan jalan yang baik. Hal tersebut berisiko menimbulkan kerugian, yang bisa berujung membuat bisnis bangkrut.

Sebagai pengusaha, penting untuk mengetahui semua biaya dan laba atas modal yang Anda inginkan, dan mempertimbangkannya saat Anda menetapkan harga.

Tidak masalah jika harga Anda lebih tinggi dari pesaing, selama harga dan kualitas produk sesuai.

Apalagi, jika strategi Anda didasarkan pada diferensiasi—menawarkan produk yang unik atau terspesialisasi.

2. Margin rendah

Menganalisis masing-masing margin keuntungan produk secara terpisah dapat membantu kita menemukan produk mana yang berjalan dengan baik dan menghasilkan keuntungan.

Alih-alih hanya mengejar lebih banyak penjualan, kejarlah penjualan yang menguntungkan. Menyingkirkan produk yang tidak laku akan mempercepat perputaran inventaris, menghasilkan uang tunai, serta memperluas ruang stok, sehingga Anda dapat menghasilkan lebih banyak keuntungan.

Baca juga: Bagaimana Cara Membuat Target Bisnis? Begini Langkahnya

3. Inefisiensi

Apakah Anda telah mengelola bisnis seefisien mungkin? Anda bisa membandingkannya dengan bisnis orang lain di industry yang sama. Lihat kembali bagaimana sumber daya Anda mampu meningkatkan efisisensi operasional bisnis.

Salah satu cara mencegah inefisiensi adalah meningkatkan produktivitas dengan banyaknya alat teknologi yang ramah pengguna dan terjangkau.

Jadi, jika Anda berpikir membutuhkan alat tambahan, tak ada salahnya menjadikan hal itu prioritas untuk dibeli.

Halaman:

Terkini Lainnya
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau