Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bangkitkan Ekonomi Pascapandemi, Pemkot Medan Bersama USU Bangun Plaza UMKM

Kompas.com, 16 Mei 2023, 10:34 WIB
Zalafina Safara Nasytha,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Wali Kota Medan, Bobby Nasution, mengungkapkan bahwa Pemkot Medan bersama dengan Universitas Sumatera Utara (USU) akan membangun Plaza UMKM untuk membangkitkan kembali kegiatan ekonomi pascapandemi Covid-19, khususnya di sektor UMKM.

Hal ini dilakukannya sebagai salah satu upaya dalam membangkitkan kembali kegiatan ekonomi nasional melalui sektor UMKM, yang menjadi salah satu pilar penting dalam perekonomian Indonesia.

Ia percaya, soal kreativitas, sebenarnya Medan mampu bersaing dengan daerah lainnya. Namun, saat ini masih terkendala dengan akses.

Baca juga: MenKopUKM Teten Masduki Targetkan 1 Juta Wirausaha Lahir Tahun 2024

Belum lagi, banyak anak-anak Medan yang memiliki kreativitas tinggi, memilih keluar dari Kota Medan untuk menjadi sukses.

"Jadi saya mohon kepada Pak Menkop, agar dapat membantu Pemkot Medan terkait akses dan fasilitas yang masih terbatas,” ujar Bobby dalam acara Dialog Interaktif dengan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia di Auditorium Universitas Sumatera Utara (USU), Senin (15/5/2023).

Melalui dibangunnya Plaza UMKM, Bobby berharap dapat membantu membentuk jiwa entrepreneur dalam diri masyarakat Kota Medan, sehingga tidak hanya menjadikannya sebagai tempat berjualan.

"Saya berharap dapat membentuk jiwa entrepreneur, sehingga mampu membentuk ekosistem dunia usaha yang dapat memberikan manfaat sampai ke seluruh lapisan masyarakat,” ujar Bobby

Sependapat dengan Bobby, MenKopUKM RI, Teten Masduki, mengatakan bahwa Indonesia perlu menyiapkan entrepreneur yang andal.

Baca juga: 5 Skill yang Harus Dimiliki sebagai Wirausaha, Simak Penjelasannya

“Di negara maju, rasio kewirausahaannya mencapai hingga 12 persen. Oleh karenanya, Indonesia harus mampu melahirkan anak muda berpendidikan tinggi yang masuk dunia bisnis,” ungkapnya.

Teten berharap, dengan mendorong masyarakat Indonesia, terutama generasi muda untuk berbisnis, harapannya para pengusaha-pengusaha di Indonesia dapat turut bersaing hingga menembus skala global.

Untuk menjadi negara maju, tidak hanya menyiapkan infrastruktur dan SDM, tetapi juga pengusaha yang inovatif.

"Oleh karena itu, pemerintah ingin mencetak 1 juta pengusaha muda baru. Apalagi, Presiden Joko Widodo mau menyiapkan fondasi bagi Indonesia yang akan menjadi empat kekuatan besar setelah Amerika Serikat, Tiongkok, dan India,” pungkasnya.

Baca juga: Dorong Mahasiswa Berwirausaha, Universitas Brawijaya Dirikan Kafe Vocafe

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau