Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ingin Merintis Bisnis "Wedding Organizer"? Coba Simak Tips Ini agar Sukses

Kompas.com - 24/07/2023, 15:07 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Bisnis wedding organizer merupakan salah satu bisnis yang cukup menjanjikan belakangan ini. Ini karena semakin banyak masyarakat yang punya hajat, tidak ingin repot ketika acara diselenggarakan.

Bisnis wedding organizer (WO) ini adalah salah satu bisnis kreatif yang biasanya hanya membutuhkan modal sedikit. Biasanya konsumen harus membayar DP antara 50 persen hingga 75 persen dari kebutuhan. Hasil pembayaran DP dari klien tersebut bisa dijadikan modal.

Lantas, apa saja yang perlu disiapkan jika ingin merintis bisnis ini? Berikut tipsnya:

Baca juga: 3 Langkah Mengendalikan Biaya SDM Saat Membangun Bisnis

1. Pilih Tim yang Kuat dan Cekatan

Namanya organizer, tidak bisa seluruh pekerjaan idak dikerjakan sendiri. Apalagi, ini menyangkut acara yang didatangi banyak orang. Untuk itu, sangat diperlukan adanya tim yang mau bekerja sama untuk mencapai kesuksesan di bisnis WO yang dijalankan.

Pilihlah tim yang kuat dan cekatan, dan responsif terhadap segala hal yang terjadi sebelum dan selama acara. 

Tidak perlu banyak orang, cukup rekrut orang sesuai dengan yang dibutuhkan saja. Misalnya saja ada yang bertanggung jawab bagian-bagian yang harus ditangani, misalnya operasional, marketing, keuangan, hingga bagian kerjasama dengan vendor.

2. Gandeng Partner yang Punya Reputasi Baik

Pada umumnya, WO yang baru berdiri akan melibatkan banyak pihak dari untuk melengkapi kebutuhan WO, seperti katering, tata rias, busana pengantin, dokumentasi foto dan video, hiburan, toko bunga, aula resepsi dan sebagainya. Bila ini dikerjakan sendiri bersama tim tentunya sangat sulit dilakukan.

Maka, sangat perlu menjalin kerja sama dengan banyak mitra atau partner . Hal ini tentu akan memudahkan dalam menjalankan bisnis WO tersebut, termasuk dalam menentukan kosep yang sesuai dengan budget pernikahan calon pengantin.

Yang perlu dicatat, pilihlah partner-partner yang punya reputasi baik dan punya track record yang jelas. Ada banyak kasus, bagaimana partner yang abal-abal akan membuat pekerjaan menjadi berantakan.

Baca juga: Kebutuhan Pendanaan UMKM akan Capai Rp 4.300 Triliun Pada 2026

3. Layanan Sebagian atau Menyeluruh?

Dalam menjalankan bisnis WO, jenis layanan yang diberikan kepada klien, penting untuk ditentukan sedari awal. Sebagai contoh, jasa-jasa yang terkait acara pernikahan meliputi jasa konsultasi pernikahan, jasa perencanaan acara pernikahan secara menyeluruh, jasa untuk membantu persiapan acara pernikahan, dan jasa lainnya.

Demi merealisasikan cara memulai bisnis Wedding Organizer yang satu ini, maka kamu harus menentukan jenis layanan yang ingin ditawarkan dalam daftar paket.

4. Konsep Tradisional atau Modern?

Persaingan bisnis tidak akan pernah ada habisnya, termasuk di bisnis wedding organizer. Setiap bisnis pastinya memiliki kompetitor yang saling bersaing untuk mendapatkan pelanggan sebanyak-banyaknya.

Agar bisa memenangkan kompetisi, kamu perlu menyiapkan penawaran yang mencakup paket konsep yang menarik. Caranya, kamu hanya tinggal mengikuti tren pasar terkini mulai dari yang tradisional hingga modern.

Misalnya, adat tradisional tapi disuguhkan dengan konsep mewah mulai dari dekorasi, menghidangkan menu-menu yang bervariasi antara tradisional dan modern dan sebagainya. Pastikan, setiap paketan konsep yang ditawarkan juga memiliki harga yang sesuai dengan target pasar.

5. Pemasaran yang Kuat

Salah satu faktor penting penentu kesuksesan bisnis WO adalah pemasaran. Untuk mendukung kegiatan ini, sudah pasti kamu harus bisa memanfaatkan media sosial dan saluran digital lain untuk memasarkan jasa WO.

Selain itu yang tak kalah penting, kamu bisa mengikuti pameran-pameran WO yang memungkinkan kamu bisa berinteraksi secara langsung dengan calon klien.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau