Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tips Mendulang Rezeki dari Bisnis Kue Crepes

Kompas.com, 28 Agustus 2023, 07:00 WIB
Fransisca Mega Rosa Mustika,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Crepes atau krepes adalah kue yang berbahan olahan tepung terigu asal Perancis. Rasa manis dan harganya yang ramah di kantong, membuat jajanan ini banyak diminati masyarakat, apalagi di kalangan anak-anak.

Jajanan ini termasuk jajanan yang praktis dan simpel, terdapat banyak pilihan isian dan biasanya memiliki lebih dari satu variasi.

Memiliki banyak peminat, untuk memulai menjalani bisnis ini tidak membutuhkan modal yang besar. Berdasarkan informasi yang dirangkum Kompas.com, kamu bisa bergabung menjadi waralaba krepes dengan modal Rp3 jutaan saja, lho!

Dari modal itu, kamu bisa menghasilkan omzet hingga enam juta rupiah per bulannya.

Baca juga: Tips Memulai Bisnis Hampers, Auto Cuan!

Jika kamu tertarik untuk memulai bisnis ini, simaklah resiko serta tips and trick untuk bisnis ini!

Resiko bisnis crepes

Persaingan di industri makanan cepat saji yang kian hari semakin meningkat pasti menjadi salah satu tantangan.

Kamu harus membuat bisnismu memiliki keunikan tersendiri agar bisnismu tampil berbeda dan memiliki daya tarik tersendiri.

Meski bahan dasar untuk pembuatan krepes mudah dijumpai, tapi kamu perlu ingat yakni harga bahan baku dan pengaruh fluktuasi harga bisa berdampak bagi bisnismu.

Untuk mencegah kerugian, pastikan kamu memiliki pasokan bahan baku yang stabil dengan harga yang kompetitif untuk tetap mendapatkan keuntungan.

Untuk dapat sukses menjalani bisnis crepes ini, berikut ini beberapa tips yang perlu kamu ketahui.

Baca juga: Hobi Nongkrong Jadi Cuan! Ini Tips Memulai Bisnis Warkop

Tips dan Trik bisnis crepes

1. Kualitas bahan

Pilihlah bahan baku berkualitas untuk bisnis krepes kamu. Hal ini akan berpengaruh terhadap kualitas rasa dan adonan dari krepes yang kamu hasilkan.

2. Inovasi menu

Buatlah inovasi menu yang mampu menarik minat beli pelanggan, mulai dari isian hingga kombinasi topping yang menarik.

3. Promosi kreatif

Gunakan media sosial atau platform online lainnya untuk mempromosikan bisnis kamu.

Jangan ragu dan jangan malu untuk mempromosikannya secara kreatif agar orang-orang tertarik dengan produk yang kamu jajakan.

Pilih gambar produk yang menarik dan tawarkan produk best seller untuk menarik perhatian calon pelanggan.

Baca juga: Simak 5 Tips Mengelola Keuangan untuk UMKM

4. Pelayanan pelanggan

Berikan pelayanan yang ramah pada setiap pelanggan. Pastikan mereka merasa puas dengan pengalaman makan crepes di gerai yang kamu buka, sehingga mereka akan balik lagi dan merekomendasikan kepada kerabat terdekat.

Dengan menjadi pengusaha krepes, kamu bisa menarik banyak segmen pasar. Apalagi kalau kamu membuka bisnis ini area sekolah atau kampus, kamu pasti enggak akan boncos deh!

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Terkini Lainnya
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau