Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Start-up Asal Bogor Luncurkan Platform CMSmart Mobile untuk Permudah Belanja Stok di Warung Kelontong

Kompas.com, 25 Oktober 2023, 16:07 WIB
JCB ATS,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Seiring perkembangan teknologi yang kian pesat, pelaku usaha tradisional di Tanah Air, termasuk warung kelontong, mulai mengadopsi teknologi digital guna memudahkan kegiatan operasional.

Adapun teknologi yang kian jamak digunakan pemilik usaha warung kelontong, mulai dari pembayaran digital dengan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), promosi di media sosial (medsos), hingga jual produk di e-commerce.

Merespons tren tersebut, perusahaan rintisan (start-up) asal Kota Bogor, CMSMart, menghadirkan platform digital guna memudahkan pemilik kelontong dalam mengelola usaha yang dijalankan.

Sesuai namanya, platform tersebut dinamakan CMSmart Mobile. Lewat platform ini, CMSMart menghadirkan fitur canggih yang dapat membantu pemilik warung kelontong dalam berbagai aspek bisnis mereka.

Baca juga: Menko Airlangga Sebut Toko Kelontong Tradisional adalah Bisnis Menjanjikan

Chief Executive Officer (CEO) sekaligus Co-Founder CMSmart Mobile Hilmi Akhmad F mengatakan, salah satu fitur utama platform tersebut adalah kemudahan belanja stok warung.

Melalui fitur tersebut, lanjut Hilmi, pemilik warung kelontong dapat melakukan pembelian beragam produk secara mudah untuk stok kebutuhan warung mereka.

"Kami melihat peluang dalam industri warung kelontong untuk menerapkan solusi teknologi yang efisien. CMSmart Mobile hadir sebagai jawaban atas kebutuhan pemilik warung kelontong untuk mengelola bisnis mereka dengan lebih baik," ujar Hilmi dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (20/10/2023).

Sebagai informasi, lebih dari 80.000 mitra terakuisisi oleh CMSmart. Jumlah tersebut didapat terhitung sejak Desember 2022 dan diprediksi akan terus bertambah seiring waktu berjalan.

Baca juga: Bersama LPEI, UMKM Asal Payakumbuh Ini Semakin Siap Go Global

Adapun grand launching CMSmart digelar pada Senin (30/10/2023) untuk meluncurkan wajah baru platform tersebut serta memeperkenalkan kepada publik bahwa kegiatan belanja kebutuhan warung semudah lewat genggaman.

Hilmi melanjutkan, salah satu keunggulan utama CMSmart Mobile adalah kemudahan dalam menggunakannya.

Saking mudahnya, pemilik warung kelontong tidak perlu memiliki pengetahuan teknis mendalam untuk memanfaatkannya.

Vice President dan Co-Founder CMSmart Mobile Sahat Arta Martua menambahkan, platform tersebut dapat diakses melalui berbagai perangkat, termasuk smartphone Android. Dengan begitu, pemilik warung kelontong dapat melakukan pemesanan kapan saja dan di mana saja.

Baca juga: UMKM Wedang Rempah Menembus Pasar Eropa Usai Diterbangkan Pemprov Jateng

“Kami berharap, melalui CMSmart Mobile, pemilik warung kelontong dapat mengembangkan usaha mereka karena dapat berbelanja kebutuhan warung dengan lebih mudah,” terang Sahat.

Untuk diketahui, platform CMSmart Mobile kini dapat digunakan pemilik warung kelontong di Bogor, Tangerang, Bandung, Sumedang, Karawang, dan Sukabumi untuk mengoptimalkan bisnis mereka.

Berkat fitur tersebut, pelaku usaha dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan.

“CMSmart Mobile merupakan komitmen kami sebagai start-up lokal untuk berkontribusi dalam mengubah lanskap bisnis tradisional melalui inovasi digital yang lebih menarik,” kata Sahat. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang

Terkini Lainnya
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau