Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Bisnis Lokal yang Bisa Anda Coba di Bali

Kompas.com - 16/03/2024, 14:10 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

KOMPAS.com - Pulau Bali menjadi salah satu destinasi wisata favorit tak hanya bagi wisatawan lokal tapi juga mancanegara. Hal ini membuat bisnis atau usaha yang dibangun di pulau ini berkembang sangat pesat. Hampir setiap tahunnya, ada banyak bisnis-bisnis baru yang bermunculan.

Bisa dikatakan, Bali menjadi tempat yang sangat menjanjikan untuk membangun usaha baru. Tentunya poin tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik, terutama bagi yang ingin menghasilkan cuan dari bisnis.

Namun, pastikan untuk mengetahui bisnis seperti apa yang ingin dikembangkan agar mempermudah jalan untuk mencapai tujuan.

Tertarik untuk memulai bisnis di Bali? Berikut ini beberapa rekomendasi bisnis lokal yang bisa dikembangkanseperti dilansir dari Cermati.com, antara lain:

1. Bisnis Penginapan

Bisnis penginapan jadi rekomendasi bisnis lokal yang patut dicoba dan dikembangkan di Bali. Alasannya, karena Bali merupakan salah satu destinasi wisata pilihan tak hanya bagi untuk wisatawan lokal tapi juga mancanegara. Sehingga, kebutuhan akan tempat menginap yang nyaman tentu akan sangat besar.

Bisnis penginapan sendiri banyak macamnya, mulai dari homestay hingga resort. Harganya pun bisa disesuaikan dengan pasar yang ditargetkan, apakah untuk kelas backpacker, menengah atau VVIP.

Apalagi wisatawan pun juga datang dari berbagai kalangan dengan budget yang beragam. Sehingga, sebagai pelaku bisnis juga harus pandai melihat situasi dan mengolahnya jadi peluang bisnis.

2. Tempat Kost dan Rumah Kontrakan

Selain bisnis penginapan, rumah kontrakan atau kos-kosan juga bisa termasuk bisnis lokal menjanjikan di Bali. Hal ini karena ada banyak pendatang yang bekerja di Bali, mulai dari pekerja kantoran, pekerja industri, wirausaha dan banyak lagi. Kebanyakan dari mereka tidak punya tempat tinggal di Bali.

Sehingga, peluang bisnis kos-kosan dan kontrakan bisa sangat menjanjikan untuk dikembangkan. Pasalnya, karena usaha ini punya market tersendiri yang berbeda dengan bisnis penginapan. Sebab, jangka waktu sewanya biasanya lebih panjang.

Untuk lokasinya sendiri biasanya yang cukup berpeluang untuk bisnis kos-kosan dan kontrakan adalah di pusat kota. Terutama di kawasan perkantoran, kawasan industri, kawasan perdagangan dan sebagainya. Jadi, range untuk kos-kosan dan kontrakan bisa

Bisnis ini bisa dikatakan seperti membuka peluang baru bagi warga setempat untuk menghasilkan cuan. Baik dengan menyewakan lahannya untuk dibangun tempat kost atau rumah kontrakan dan mendapatkan hasil setiap bulannya.

Baca juga: 8 Kiat Sukses Memulai Bisnis Hotel

3. Minimarket

Bisnis lokal selanjutnya yang punya peluang menarik untuk dikembangkan di Bali adalah bisnis minimarket. Hal ini tentu sejalan dengan padatnya penduduk yang bermukim di Bali, baik pendukung lokal maupun pendatang termasuk wisatawan.

Keberadaan minimarket tentu akan sangat membantu, bukan hanya untuk warga lokal tapi juga wisatawan. Karena bisa mendapatkan barang-barang kebutuhan sehari-hari yang dibutuhkan dengan mudah dan harga yang terjangkau.

Lantas, bagaimana dengan bisnis warung atau toko kelontong? Bisnis tersebut juga bisa jadi peluang menarik untuk dikembangkan di Bali. Hanya saja, saat ini keberadaan minimarket dianggap mampu menarik lebih banyak pelanggan.

Alasannya pun cukup beragam, mulai dari lokasi yang strategis, mudah dijangkau, tampak lebih tertata rapi, dan juga lingkungan yang lebih bersih.

Halaman Berikutnya
Halaman:

Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau