Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ingin Ajukan KUR BRI? Pahami Persyaratan dan Aturan Mainnya

Kompas.com - 31/03/2024, 22:42 WIB
Bambang P. Jatmiko

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com – Modal hal utama yang perlu disiapkan oleh pelaku usaha ketika mereka mulai menjalankan bisnis. Ada banyak sumber permodalan yang bisa dimanfaatkan, salah satunya adalah pinjaman bank.

Dalam rangka untuk memenuhi permodalan bagi pelaku usaha, pemerintah telah menggulirkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga yang sangat ringan. Pinjaman ini diberikan dengan plafon maksimal Rp 50 juta per nasabah.

Salah satu bank yang menyediakan KUR adalah PT Bank Rayat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Bank yang fokus pada kredit kecil dan mikro ini pada tahun 2024 mendapatkan alokasi KUR sebesar Rp 165 triliun.

Baca juga: BRI Bakal Selesaikan Penyaluran KUR Sebelum September 2024

BRI mengincar 3,7 juta nasabah untuk penyaluran KUR tersebut, dari pipeline sebanyak 7 juta nasabah.

Jika pelaku usaha ingin mengakses KUR dari BRI, ada sejumlah hal yang perlu diketahui serta persyaratan yang disiapkan.

Bunga Kredit Maksimal 7 Persen

Fasilitas KUR memiliki plafon pinjaman hingga Rp 50 juta tanpa agunan. Jika calon nasabah mengajukan pinjaman di atas angka tersebut, maka akan dialihkan ke produk lainnya dari BRI.

Untuk pinjaman pertama, nasabah akan dikenai bunga pinjaman sebesar 6 persen setahun, atau 0,5 persen sebulan. Sementara itu untuk pinjaman kedua, nasabah akan dikenai bunga 7 persen setahun.

“Meski naik 7 persen, sebenarnya selisih cicilannya tidak banyak yaitu antara Rp 18.000 hingga Rp 20.000 per bulan dari pinjaman dengan bunga 6 persen,” kata Yose Rio, mantri BRI Unit Citeureup saat ditemui beberapa waktu lalu.

Baca juga: Libur Lebaran 2024, BRI Siapkan Uang Tunai Rp 34 Triliun

Ada Usaha yang Dijalankan

Pelaku usaha yang ingin mengajukan KUR ke BRI, harus memiliki usaha yang aktif. Sebagaimana yang diungkapkan Saparudin (64) pengusaha tahu dan tempe di Citeureup, petugas BRI akan mengecek secara langsung usaha yang dijalankan, serta hitungan keuangan yang dimiliki.

“Prosesnya mudah. Kalau ada usaha, bisa disetujui. Apalagi kalau kita sudah pernah mengajukan KUR dan lancar, prosesnya akan lebih mudah,” kata Saparudin.

Tak Perlu Notaris

Saparudin, perajin tempe di Citeureup Bogor, yang kembangkan usaha ke pembuatan tahu.KOMPAS.com/ Bambang P. Jatmiko Saparudin, perajin tempe di Citeureup Bogor, yang kembangkan usaha ke pembuatan tahu.
Petugas dari BRI akan meminta sejumlah dokumen dari calon nasabah yang mengajukan KUR yang meliputi KTP, KK, surat nikah. Selain itu, petugas akan mengecek melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK terkait kolektibilitas calon nasabah.

Di sini BRI tidak mensyaratkan notaris dalam proses perjanjian kredit, sehingga hal ini mempermudah proses pengajuan.

Jika lancar, permohonan KUR calon nasabah akan disetujui. Demikian pula sebaliknya, jika kolektibilitas kurang bagus, permohonan akan ditangguhkan.

Untuk menjaga agar kolektibilitas baik, calon nasabah harus tidak memiliki tunggakan pinjaman ke bank dan lembaga keuangan lainnya.

Yang Sudah "Naik Kelas" Tidak Bisa “Turun kelas”

Nasabah yang telah naik kelas atau pernah mengajukan pinjaman di atas Rp 50 juta di BRI melalui produk non-KUR, mereka tidak akan bisa mengajukan KUR. Hal ini lantaran nasabah tersebut sudah dianggap naik kelas.

Baca juga: Bagaimana Membuat Usaha Berkembang dan Naik Kelas? Owner Havilla Tea Bagikan 3 Tips

Hal ini diungkapkan oleh produsen tempe asal Citeureup, Destir (60). Sebelumnya dia pernah mengajukan KUR dan disetujui. Namun dalam perjalanannya dia mengajukan pinjaman dengan nilai di atas Rp 50 juta dan lunas.

“Saya sekarang tidak bisa mengajukan KUR lagi karena sudah pernah mengajukan pinjaman di atas Rp 50 juta,” kata Destir.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau