Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ingin Berbisnis Kafe? Pahami Cara Mengatur Stok dan "Cashflow"

Kompas.com - 03/04/2024, 23:54 WIB
Bambang P. Jatmiko

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com – Menjalankan bisnis kafe butuh pemahaman dalam hal pengelolaan stok serta arus kas. Hal ini diperlukan agar barang-barang yang dijual selalu tersedia dan tidak sampai kehabisan.

Bagaimanapun, konsumen kerap kecewa jika makanan dan minuman yang dipesan habis atau tidak tersedia. Untuk mengatasi hal itu, diperlukan manajemen stok yang baik.

Sebagaimana yang dilakukan oleh pengelola Ouwie Caffe & Eatery Bimo Faturahman (27), dia selalu menjaga agar pasokan tersebut selalu terjaga. Lantas, bagaimana kiatnya?

Baca juga: 6 Cara Sukses Membuka Kafe Susu Untuk Pelaku UMKM

Gandeng Coffe Roaster

Pemilik kafe terkadang tidak punya waktu untuk mencari bahan baku serta seleksi terhadap biji kopi yang ditawarkan ke konsumen. Selain itu, owner kafe juga tidak tahu asal muasal biji kopi yang akan dijual.

Untuk menghemat waktu, tenaga, dan biaya, menggandeng coffe roastery menjadi pilihan terbaik agar operasional kafe bisa lebih praktis.

“Kami bekerja sama dengan salah satu roaster papan atas di Depok untuk memasok biji kopi yang sudah di-roasting. Kami di kafe tinggal meracik saja,” kata Bimo, saat ditemui di Ouwie Caffe & Eatery, kawasan Grand Depok City, Kota Depok, Senin (1/4/2024).

Lakukan Belanja Rutin untuk Bahan Baku Segar

Sayuran, daging, udang, dan bahan lainnya merupakan bahan-bahan yang harus terjaga kesegarannya. Untuk menjaga kualitas bahan-bahan tersebut, pemilik kafe perlu untuk rutin berbelanja bahan-bahan ini.

Di Ouwie Caffe & Eatery, bahan baku tersebut dipenuhi oleh pemasok serta membeli sendiri ke pasar. Tujuannya jelas, yakni ingin agar bisa selalu terjaga kesegarannya.

Baca juga: Pentingnya Hospitality dalam Menjalankan Bisnis Kafe

Selalu Mengecek Persediaan Setiap Hari

Diungkapkan oleh Bimo, pihaknya selalu mengecek ketersediaan bahan baku untuk kafe. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi habisnya stok, yang pada ujungnya membuat konsumen tak punya banyak pilihan.

“Kami selalu cek bahan setiap hari. Tidak boleh sampai sold out. Kami berupaya untuk bisa terus belanja terus. Barang yang tinggal sedikit harus ditambah,” jelas dia.

Jaga Cashflow

Bimo selaku salah satu pengelola Kafe Ouwie yang berada di kawasan GDC, Kota DepokKOMPAS.com/ Bambang P. Jatmiko Bimo selaku salah satu pengelola Kafe Ouwie yang berada di kawasan GDC, Kota Depok
Cashflow menjadi nyawa dari setiap bisnis yang dijalankan. Arus kas yang lemah membuat usaha tidak berjalan maksimal.

Untuk menjaga cashflow, pebisnis kafe harus menyiapkan sejumlah strategi, seperti halnya marketing yang bagus untuk menarik lebih banyak pengunjung, hingga mengatur dengan baik uang yang dimiliki.

Tak kalah penting, pemilik kafe juga harus bisa mengakomodir konsumen dalam membayar melalui sejumlah metode pembayaran.

Baca juga: Mengintip Bumdes Megulungkidul, Beromzet Rp60 Juta Per Bulan dari Kafe dan Taman Anggur

Diungkapkan Bimo, pihaknya sangat terbantu dengan QRIS yang disediakan BRI. Keberadaan metode pembayaran ini membuat konsumen semakin nyaman dalam melakukan pembayaran.

Kemudahan konsumen dalam membayar menggunakan QRIS BRI secara tidak langsung akan berdampak terhadap arus kas kafe.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau