Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tips Merekrut Karyawan yang Sesuai dengan Kultur Kerja Bisnismu

Kompas.com - 09/04/2024, 18:26 WIB
Alfiana Rosyidah,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Dalam proses perekrutan karyawan, biasanya para pebisnis ingin mencari karyawan yang sesuai dengan kualifikasi mereka. Hal yang menjadi tolak ukur umumnya adalah pendidikan terakhir serta pengalaman kerja. 

Namun, tak banyak para pebisnis yang memperhatikan aspek kultur kerja untuk ditanyakan pada para kandidat. Padahal, bisa saja ada diantara kandidat yang cocok dengan kualifikasi umum, tetapi tidak cocok dengan kultur kerja di tempat tersebut. 

Oleh karena itu, hal ini penting untuk diperhatikan. Alasannya, seorang pekerja harus merasa nyaman dengan kultur kerjanya. Jika tidak nyaman, justru bisa menghambat penyelesaian pekerjaan. 

Baca juga: Hindari 3 Kesalahan Berikut Saat Merekrut Karyawan

Mari simak artikel berikut untuk memperoleh informasi cara mendapatkan karyawan yang sesuai dengan kultur kerja bisnismu. Artikel ini telah dirangkum Kompas.com dari businessnewsdaily.com 

1. Mampu Mendeskripsikan Kultur Kerja Bisnismu

Sebelum menjelaskan pada para calon kandidat, kamu harus bisa mendeskripsikan kultur kerja bisnismu. Kamu dapat coba mengamati lingkungan kerjamu terlebih dahulu. 

Setelah mencoba mengamati, kamu lalu bisa menyimpulkan seperti apa lingkungan kerja bisnismu. Apakah lingkungan kerjamu termasuk fleksibel? Atau mungkin strict dan kaku pada peraturan yang sudah ditentukan. 

Baca juga: 3 Cara Merekrut Karyawan Potensial untuk Bisnis Anda

Kultur kerja juga bisa termasuk hubungan antar rekan kerja. Kamu bisa melihat model interaksi rekan kerja atau karyawanmu yang lain. Biasanya terdapat kultur santai antar pekerja atau justru cenderung menjunjung tinggi senioritas. 

2. Cantumkan Kultur Kerja dalam Kualifikasi Lowongan Kerja

Saat sudah mampu mendeskripsikan kultur kerja, kamu bisa mencantumkan hal tersebut ketika membuka lowongan. Kamu bisa menambahkan deskripsi kultur kerja pada bagian kualifikasi. 

Dengan melakukan hal tersebut, para kandidat akan bisa membayangkan kultur kerja dan mampu merefleksikan diri tentang kecocokan mereka dengan perusahaanmu. Supaya nantinya mereka tidak merasa 'kecolongan' jika ternyata diterima bekerja. 

Baca juga: Jangan Lakukan 4 Kesalahan Ini Saat Merekrut Karyawan untuk Bisnis Anda

3. Ajak Kandidat Berkeliling Kantor atau Tempat Bekerja

Cara lain yang bisa kamu lakukan adalah mengajak kandidat untuk berkeliling kantor. Biarkan mereka untuk melihat iklim kerja di perusahaan milikmu secara langsung dan memberikan penilaian tersendiri. 

Setelah mengajaknya berkeliling lalu kembali ke ruang wawancara, kamu bisa menanyakan pendapat kandidat. Beri kesempatan kandidat tersebut untuk bicara jujur terkait pengamatannya tersebut.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau