Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemprov Sumut Libatkan UMKM untuk Produksi Suvenir PON 2024

Kompas.com, 24 Mei 2024, 16:00 WIB
Wahyu Adityo Prodjo

Editor

Sumber Antara

MEDAN, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melibatkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) setempat untuk produksi dan penjualan suvenir serta barang-barang resmi jelang dan saat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024.

"Kami terus berkoordinasi dengan PB PON terkait hal itu. Ini mesti dikomunikasikan karena lisensi logo-logo PON dan penggunaannya dipegang PB PON," ujar Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Sumut Naslindo Sirait di Medan, Kamis (24/5/2024) seperti dilansir dari Antara.

Menurut Naslindo, pelibatan UMKM dalam PON 2024 yang digelar di Aceh dan Sumatera Utara penting agar dampak ekonomi dari pesta olahraga tanah air itu dirasakan semua pihak.

UMKM-UMKM itu, dia menyebut, dapat ditempatkan di arena-arena pertandingan PON yang ada di Sumut. Memberdayakan UMKM, kata dia, akan membuat perekonomian Sumut bertumbuh.

"Kami ingin supaya UMKM Sumut dapat dilibatkan sebanyak-banyaknya. Namun, kami pasti mengurasinya terlebih dahulu agar UMKM yang berpartisipasi benar-benar berkualitas," tutur Naslindo.

Baca juga: Sambut PON XXI, BSI Targetkan 75.000 Pelaku UMKM Gunakan QRIS

Naslindo pun berharap, nantinya pembuatan pernak-pernik PON 2024 tidak dikerjakan segelintir pihak saja yang mengatasnamakan UMKM.

Dengan begitu, semangat supaya Sumut sukses prestasi dan ekonomi di PON 2024 dapat terwujud.

"Ini upaya kami untuk menerjemahkan keinginan dari Pj Gubernur Sumut (Hassanudin-red)," ujar Naslindo.

Nantinya, Naslindo menambahkan, UMKM Sumut yang terlibat di PON 2024 juga dapat menggunakan pembayaran digital ketika melakukan transaksi. Naslindo menegaskan, hal itu menjadi bagian dari pembiasaan UMKM di ekosistem digital.

"Misalnya dengan menggunakan QRIS atau pembayaran elektronik lain. Ini kami dorong agar transaksinya aman. Akan tetapi, kalau pun ada konsumen yang menggunakan tunai juga tetap bisa dilayani," kata dia.

PON 2024 yang dilaksanakan di Aceh dan Sumatra Utara pada 8-20 September 2024. Pesta olahraga multicabang nasional ke-21 itu akan dibuka di Aceh dan ditutup di Sumatra Utara.

Di Sumut, pemerintah provinsi mencatat terdapat 1.166.918 pelaku usaha di wilayahnya, di mana sebanyak 98,87 persen atau 1.153.758 di antaranya bergerak di bidang usaha mikro dan kecil. Adapun 1,12 persen atau 13.610 pelaku yang berada di tataran usaha menengah dan besar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau