Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ingin Coba Ekspor? Simak Tips dari Nurjannah, Owner Bisnis Kecap Oishii

Kompas.com, 18 Juni 2024, 15:30 WIB
Add on Google
Ester Claudia Pricilia,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Ekspor bisa menjadi langkah besar bagi bisnis Anda untuk berkembang dan menjangkau pasar internasional. Namun mengekspor bukanlah hal yang mudah.

Nurjannah Dongoran (43), founder CV Ikapeksi Agro Industri dengan brand kecap Oishii sukses menembus pasar internasional. Ia telah mengekspor kecapnya itu ke beberapa negara seperti Jepang, Mesir, Arab Saudi, dan Malaysia. 

Baca juga: Cerita Nurjannah Rintis Bisnis Kecap Oishii, Berhasil Ekspor ke Jepang hingga Mesir

Ia juga membagikan beberapa tips berharga bagi Anda, pelaku UKM, yang ingin mencoba untuk mengekspor produk usahanya. Simak tips-tips dari Nurjannah berikut ini!

1. Pelajari Semua Hal Tentang Ekspor

Saat mengawali bisnisnya, Nur sama sekali tidak terpikirkan untik ekspor. Suatu hari dengan modal nekat, Nur menerima ajakan temannya untuk mengikuti pameran ekspor internasional.

Ia sama sekali tidak mengerti tentang istilah-istilah ekspor, dokumen ekspor, serta cara menghitung harga. Ia tak mau pelaku UKM di sana melakukan kesalahan sama seperti dirinya. Jangan sampai ketika sudah terjun dan bertemu buyer, Anda bingung atau bahkan tidak tahu sama sekali hal tentang ekspor.

Maka Nur menegaskan, sebelum UKM ingin ekspor, sebaiknya mempelajari semua tentang ekspor terlebih dahulu. Anda bisa bertanya kepada UKM-UKM yang telah melakukan ekspor atau melakukan riset kecil-kecilan.

2. Aktif Mengikuti Pameran-pameran Ekspor

Jika ada pameran ekspor seperti Trade Expo Indonesia (TEI) atau pameran ekspor lainnya pastikan Anda mengikutinya. Di pameran itu Anda bisa menambah relasi dan jaringan.

Entah itu bertemu buyer atau stakeholder lainnya yang memberikan Anda atau memudahkan Anda untuk melakukan ekspor. Jika Anda telah deal dengan buyer di pameran itu, Anda bisa segera melakukan eskpor ke negara tersebut, karena sudah ada pembelinya.

Baca juga: Tips Aman Mengemas Paket untuk Pengiriman ke Luar Negeri

3. Aktif Mencari Bantuan Pemerintah

Untuk level UKM, Anda bisa secara aktif mencari bantuan-bantuan pemerintah. Akhir-akhir ini, pemerintah sedang menggalakan UKM atau UMKM.

Salah satunya LPEI (Lembaga Pembiayan Ekspor Indonesia) yang mempunyai program CPNE (Couching Program for New Exporter). Nur mengaku berhasil melakukan ekspor karena bantuan, pelatihan, dan pembiayaan dari LPEI.

Dengan mengikuti dan lolos kurasi LPEI, Nur menjadi paham pengetahuan seputar ekspor dan cara menghitung harga, yang tadinya ia tidak mengerti. Nur juga diikutsertakan dalam banyak pameran-pameran ekspor, sehingga ia berhasil deal dengam buyer dan sukses ekspor ke beberapa negara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau